RADAR JOGJA- Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta  (UPNVY) mencetak sejarah baru dengan meluluskan  dokter pertamanya.

Aris Buntoro yang merupakan, mahasiswa Program Doktoral Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral  UPNVY , dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude setelah sukses melewati sidang promosi dokter.

Sidang Promosi Doktor ini dilaksanakan melalui daring menggunakan aplikasi zoom dan luring yang bertempat di ruang Seminar Fakultas Teknologi Mineral lantai 2 UPNVY Jumat (26/3).

Judul desertasi yang dibawakan dalam sidang terbuka hari ini adalah “Pemodelan Frakabilitas Serpih Hidrokarbon Formasi Brownshale pada Dalaman Bengkalis Cekungan Sumatera Tengah”. Melalui penelitian ini Aris berharap mampu menjadi pengembangan energi serpih hidrokarbon mengingat di Indonesia memiliki potensi yang melimpah.

” Saya berharap mudah – mudahan apa yang telah saya lakukan memberikan manfaat khususnya dalam pengembangan energi di Indonesia terutama dari potensi serpih hidrokarbon yang masih melimpah ” ujarnya.

Pria kelahiran Sleman, 28 Maret 1959 yang juga berprofesi sebagai dosen Jurusan Perminyakan Fakultas Teknologi Mineral UPNVY   mampu menyelesaikan studinya hanya dalam waktu tiga tahun. Yang mana rata-rata studi S-3 membutuhkan waktu 3,5 tahun.

Aris menjelaskan, Indonesia saat ini memiliki sumber daya alam terutama gas yang sangat melimpah.

Sumber daya tersebut tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan, bahkan sampai Papua.

Namun, yang terbesar adalah di Central Sumatera Bay Sand yang menjadi tempat penelitiannya.

“Saat ini Indonesia belum mengembangkan sil gas, nah untuk mengurangi tingkat risiko kegagalan perlu adanya penelitian yang lebih intensif dan tentu harus didukung antar stakeholders, antara perguruan tinggi dengan para praktisi.

Dengan adanya penelitian yang intensif, maka hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menghasilkan serpih hidrokarbon yang ada di Indonesia sebagai target untuk ketahanan energi nasional,”katanya.

Selain menjadi lulusan doktor pertama, Aris juga bisa disebut sebagai seorang motivator dimana melalui usianya Aris memiliki semangat belajar yang luar biasa.

Promotor Prasetyadi mengatakan, ” faktor usia ternyata tidak bisa menghalangi passion seseorang dari sini saya memahami pak Aris naik levelnya tidak hanya seorang dosen tapi sekarang menjadi seorang inspirator bagi keluarga, mahasiswa, rekan – rekan dosen, dan juga menjadi inspirator bagi teman – teman satu prodi di program doktor geologi ” ujarnya.(sce/Mg1/sky)

Pendidikan