RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) menggelar public hearing dalam rangka pengembangan sistem pendidikan vokasi pertanian yang kompetitif dalam pembelajaran, teaching factory, serta kerja sama dunia industri.

Kegiatan yang dilaksanakan di Polbangtan YoMa Kampus Magelang pada Rabu (17/03/2020) tersebut meliputi tiga program studi (prodi) pada Jurusan Peternakan. Yakni Prodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Prodi Teknologi Produksi Ternak, dan Prodi Teknologi Pakan Ternak.

Plt Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman MP menuturkan, salah satu upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas adalah menciptakan sumber daya manusia yang  profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha. Polbangtan YoMa selaku UPT bidang pendidikan di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) mengemban fungsi pendidikan pertanian. “Fungsi tersebut lantas diturunkan menjadi strategi utama untuk memantapkan sistem pendidikan vokasi pertanian yang kompetitif. Ini sebagai sarana mencapai sasaran umum kebijakan BPPSDMP jangka menengah 2020-2024,” katanya.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang bercita-cita mencetak 2,5 juta petani milenial di Indonesia. Menurut Mentan, pendidikan vokasi pertanian sangatlah penting. “Lewat pendidikan vokasi akan muncul banyak petani milenial yang inovatif demi kebangkitan pertanian Indonesia,” tuturnya belum lama ini.

Hal senada diungkapkan Kepala BPPSDMP Prof Dr Ir Ded Nursyamsi MAgr. Menurutnya, pendidikan vokasi bisa menjadi modal penting bagi petani milenial dalam pengembangan sektor pertanian ke depan. Hal itu sekaligus untuk regenerasi SDM pertanian yang saat ini masih didominasi usia tua.

Public hearing dihadiri peserta dari 18 lembaga yang concern terhadap dunia pertanian/peternakan, serta delegasi dari internal Polbangtan YoMa dan perwakilan mahasiswa.

SERIUS: Suasana public hearing di Polbangtan YoMa Kampus Magelang, Rabu (17/3/2021). (POLBANGTAN YOMA)

Pada kesempatan tersebut muncul beberapa usulan dan masukan bagi Polbangtan YoMa untuk pengembangan pendidikan vokasi. Salah satunya dari perwakilan PT Sari Rosa Asih. Bahwa peran industry pakan ternak dalam pembelajaran pendidikan vokasi membutuhkan komunikasi;  formulasi; manajemen kepemimpinan; penguasaan bahan baku, pakan jadi, dan analisis kimia dalam quality control produksi pakan; serta ilmu statistik dan pengolahan data dalam research and development. Formulasi merupakan ilmu yang wajib dikuasai dari standar nasional Indonesia (SNI) bahan baku, requirement ternak, dan penguasaan tentang antinutrisi.

Sedangkan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang menyarankan pentingnya kompetisi mahasiswa bidang peternakan. Ini demi terciptanya petani muda.

Terpisah, Kaprodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan Polbangtan YoMa Ir Sunarsih MSc menyimpulkan, dari hasil public hearing tersebut mahasiswa harus menguasai 8 kompetensi penyuluhan dan keahlian lain. Seperti soft skill, kemampuan komunikasi, dan berjiwa entrepreneur. Sementara itu, Polbangtan YoMa akan lebih proaktif melakukan kerja sama dengan dunia usaha dan industry. Agar alumni Polbangtan YoMa bisa diterima sebagai karyawan. (*/yog)

Pendidikan