RADAR JOGJA – Belajar dari rumah yang digulirkan sejak awal pandemi Covid-19 masih akan berlanjut. Para siswa pun akan kembali mendapatkan bantuan kuota internet. Hanya kuotanya lebih kecil dari tahun tahun lalu.
“Kemarin dari kementrian Maret ini bantuan akan digulirkan lagi untuk perserta didik. Kami juga masih menunggu tindak lanjut dari pusat,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana dihubungi, Jumat (12/3).

Dari pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadim Makarim dalam kanal Youtube Kemendikbud RI 1 Maret lalu, kebijakan terkait kuota ini akan diberikan selama tiga bulan ke depan. Meski jumlahnya berkurang, namun data dapat digunakan untuk kuota umum bukan lagi kuota pelajar.

Jumlah sasarannya pun sesuai dengan penerima kuota sebelumnya. Kendati begitu, bantuan ini tidak akan digulirkan lagi bagi peserta didik yang hanya mampu menghabis kuota di bawah satu gigabyte (GB). “Nah, kepastiannya seperti apa, kami belum mendapatkan instruksi resmi,” kata Ery.

Kendati begitu pihaknya intens melakukan pemantauan kepada sekolah agar segera melaporkan apabila bantuan tersebut sudah diterima oleh peserta didik ataupun guru. Untuk selanjutnya dilakukan pengawasan, agar kuota dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk pendidikan. “Kami selalu tekankan betul-betul, agar bijak menggunakan kuota,” ujarnya.

Bantuan akan digulirkan pada sekolah negeri ataupun swasa yang terdaftar di data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti). Besaran jumlah kuota tersebut, sebesar 7GB untuk peserta didik jenjang PAUD. Sedangkan peserta didik jenjang dasar dan menengah jumlahnya 10 GB. Sementara guru jenjang Paud, dasar dan menengah dapat bantuan sebesar 12 GB.”Kuota akan diberikan langsung oleh pusat ke nomor peserta didik yang sudah diajukan di masing-masing sekolah,” kata Eri.

Nah, jika nantinya jumlah kuota bantuan belum memenuhi, maka sekolah dapat mengadakan bantuan kuota gratis ini melalui program dana bos. Diharapkan adanya bantuan tersebut dapat meringankan beban peserta didik sembari menunggu pembelajaran tatap muka hendak digiatkan lagi.

Salah seorang orang tua siswa asal Tempel, Rani mengaku, belum mendapatkan informasi apaun terkait bantuan kuota internet tersebut. Rara, anaknya termasuk salah satu penerima bantuan kuota pada November-Desember 2020 lalu. Terkait bantuan kali ini, kata Rani, pihak sekolah juga belum memberikan kabar. “Biasanya kalau ada informasi dari sekolah di-share di grup WA. Ini masih sepi,” kata dia.

Namun, jika memang demikian, dia bersyukur. Karena dapat membantu meringankan beban kuota pembelajaran. Sebab, di masa pandemi ini kebutuhan internet sangat mendesak. Menjadi hal pokok. “Sinau sitik-sitik buka google, youtube. Nggak anaknya saja ibunya juga ikut belajar, ya boros kuota,” ucapnya. (mel/pra)

Pendidikan