Berbahan dasar belimbing wuluh, mahasiswa UNY yakni Saila Rizqi, Sisca Kumaladewi, Ayu Kurnia Utami (Prodi Pendidikan Akuntansi), Dwi Anggi Marini (Prodi Kimia) serta Aulia Erta Nafisah (Prodi Biologi) berhasil membuat obat jerawat. Produk itu diklaim aman dan bisa digunakan untuk semua jenis kulit.

SEVTIA EKA NOVARITA, Sleman, Radar Jogja

RADAR JOGJA – Lahirnya produk bernama geverlim dikarenakan produk penyembuh jerawat yang ada di pasaran mengandung benzoyl peroxide dan antibiotik. Itu dapat menimbulkan kulit kering, kemerahan, gatal, mengelupas, dan kulit terasa terbakar. Bahkan dikhawatirkan penggunaan benzoyl peroxide dalam jangka waktu panjang dapat menyebabkan kanker.

Selain itu, masih ada orang yang kurang peka terhadap jenis kulit saat pemilihan produk untuk mengatasi jerawat. Penanganan yang tidak tepat justru dapat memperparah kondisi kulit dan menyebabkan jerawat semakin meradang. Oleh karena itu, dipilihnya belimbing wuluh sebagai bahan dasar penyembuh jerawat karena mengandung senyawa-senyawa flavonoid, tannin, saponin dan triterpenoid.

Senyawa tersebut memiliki kemampuan membentuk kompleks dengan protein bakteri. Melalui ikatan hidrogen yang menyebabkan struktur dinding sel dan membran sitoplasma bakteri menjadi tidak stabil. “Sehingga sel bakteri menjadi kehilangan aktivitas biologinya,” tutur Saila.

Hal ini, lanjutnya, membuat fungsi permeabilitas sel bakteri akan terganggu, sehingga sel bakteri mengalami lisis yang berakibat pada kematian. Inilah yang menjadikan ekstrak belimbing wuluh sebagai salah satu alternatif dalam penyembuhan acne vulgaris atau jerawat.

Sisca menambahkan, tanaman belimbing wuluh yang tumbuh dengan baik dapat menghasilkan 100-300 buah per pohon. Buah yang sudah masak harus segera dipanen. Ini karena buah yang mudah gugur dan membusuk ketika telah masak.

Meski kemampuan tanaman belimbing wuluh untuk menghasilkan buah tergolong dalam jumlah yang besar, hal itu tidak sebanding dengan pemanfaatannya. “Mayoritas orang belum menaruh perhatian yang besar pada belimbing wuluh, sehingga seringkali terbuang sia-sia dan mengalami pembusukan,” bebernya.

Sedangkan Anggi menjelaskan, bahan yang diperlukan untuk membuat gel obat jerawat selain belimbing wuluh adalah ethanol 70 persen, karbopol 940, propilenglikol, trietanolamin, metil paraben, rosewater, dan akuades. Proses pembuatannya terbagi menjadi dua langkah. Pertama, membuat ekstrak belimbing wuluh dan tahap kedua pembuatan gel ekstrak ethanol belimbing wuluh dengan basis karbopol.

Pembuatan ekstrak belimbing wuluh diawali dengan membersihkan dan memotong belimbing wuluh, lalu dijemur selama 1-2 hari. Kemudian direndam dalam pelarut organik pada temperatur ruangan, lalu disaring dan difiltrasi. Langkah selanjutnya memanaskan filtrat pada suhu 65°C hingga mengental. Kemudian ekstrak kental itu dicampur akuades dan jadilah ekstrak belimbing wuluh. “Pembuatan gel ekstrak ethanol diawali dengan melarutkan karbopol pada akuades yang disebut larutan A, sedangkan trietanolamin dilarutkan dengan akuades dan disebut larutan B,” rinci Anggi.

Setelah itu, campurkan kedua larutan dengan ditambahkan metil paraben, tambahkan ethanol yang diencerkan dengan akuades. Hasil campuran itu adalah gel ekstrak ethanol belimbing wuluh yang siap dipasarkan. (laz)

Pendidikan