RADAR JOGJA – Prestasi yang tak henti diraih sekolah tak terlepas karena kemampuan manajerial yang dimiliki kepala sekolah. Belum lama ini, kepala sekolah SD Muhammadiyah Sapen Kota Jogja, Agung Rahmanto mencetuskan berbagai program baru unggulan sekolah. Bahkan terpakai saat pagebluk korona.

Agung mengatakan, salah satu yang mengantarkan pada pemilihan kepala sekolah berprestasi tingkat nasional tahun 2019 itu karena terobosan program yang diberikan kepada sekolah untuk meningkatkan layanan pendidikan. Satu diantaranya penguatan untuk pemanfaatan digitalisasi dalam pembelajaran sekolah. “Jadi ibaratnya apa yang kami terapkan itu, ngerti sakderenge winarah. Kami tidak terlalu mengalami kesulitan karena sudah mempersiapkan sejak lama,” katanya Rabu (10/3).

Agung menyadari sebelumnya bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dimasa depan tidak bisa diciptakan hanya dengan ilmu pengetahuan yang dikembangkan dalam tren masa lalu. Namun, harus dikembangkan dengan tren kekinian, seperti saat ini tekait dengan dunia digital. Maka, ia mengembangkan e-learning manajemen sistem baik perangkat keras dan proses pembelajarannya.

Misalnya, sejak lama sudah menerapkan konten pembelajaran melalui Google Classroom, video pembelajaran, maupun Zoom Meeting. “Itu sudah kami persiapkan sebenarnya sebelum pandemi. Setelah pandemi kami tinggal meng-update dan mengembangkannya, atau menambah kemamapuan guru,” ujarnya.

Jauh sebelum meraih prestasi, dia memiliki roadmap atau pedoman dasar 10 tahunan dari tahun 2015-2025 untuk penyelenggaraan sekolah. Roadmap tersebut yang dipetakan menjadi beberapa program. Selain pemanfaatan digitalisasi dalam proses pembelajaran, juga mengedepankan pemuatan pendidikan karakter dan bakat. Ini diraih juga berkat relasi yang kuat dengan berbagai lini. “Kami selalu bekerjasama dengan stakeholder sekolah. Kami memanfaatkan beberapa lembaga pendidikan perguruan tinggi, pemerintahan serta lembaga pemerintah,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dari dobrakan-dobrakan yang dibuatnya juga turut mengantarkan sekolah dalam berbagai prestasi lomba. Selain kepala sekolah, guru sekolah secara umum juga banyak sekali meraih beberapa prestasi baik akademik dan non akademik. Dalam bidang akademik misalnya, siswanya secara berturut-turut ikut kompetisi sains nasional mewakili DIJ bahkan internasional di Bulgaria, Ceiko, China, Selandia Baru. Dalam bidang budaya, siswanya masuk 3 besar dalam Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Terlebih, SD Muhammadiyah yang terletak di Jalan Bimo Kurdo Demangan Gondokusuman Jogja ini juga ditunjuk Kemendikbud menjadi sekolah rujukan nasional. “Penting bagaimana kemajuan prestasi sekolah baik guru, peserta didik, dan kepala sekolah itu ada portfolionya. Jadi sekolah dalam mengembangkan ranah afektif, kognitif dan psikomotor itu harus dikembangkan semuanya,” jabarnya terkait faktor prestasi yang banyak diraih oleh sekolah.

Sehingga, untuk menjaga dan merawat prestasi yang banyak diraih itu sekolah berkomitmen meng-update kemampuan guru maupun tenaga kependidikannya. Baik kemampuan untuk mengajar atau pengetahuan khusus terkait teknologi informasi. “Kami menyadari kualitas sekolah paling utama adalah SDM yaitu segenap guru dan tenaga kependidikan. Mereka harus update terus kemampuannya,” imbuhnya. (wia/bah)

Pendidikan