RADAR JOGJA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FISIP UAJY) mengadakan webinar bertajuk Mengelola Kesehatan Jiwa Menghadapi Kuliah Daring”, Kamis (26/2). Webinar ini mengundang tiga pembicara. Ketiganya yakni yaitu Dosen FISIP UAJY Dr V. Sundari Handoko, M.Si; Kepala Departemen Kesehatan Jiwa dan Disabilitas Yayasan SATUNAMA Karel Tuhehay, S.Sos; dan Psikolog RSJ Ghrasia Herlini Utari, M.Psi. Sedangkan moderatornya adalah Dosen FISIP UAJY Olivia Lewi Pramesti, M.A.

Selain itu, webinar ini juga menghadirkan juru bahasa isyarat untuk membantu peserta berkebutuhan khusus. Webinar diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom dan disiarkan langsung pada media sosial YouTube. Tujuan webinar ini untuk memberi pemahaman jika dalam masa pandemi Covid-19 ini, seluruh proses perkuliahan harus tetap dilaksanakan. Sehingga perlu adanya pemahaman tentang tips dan trik mengelola kesehatan jiwa selama kuliah daring.

Sundari menyampaikan mengenai tantangan kuliah daring yang dialami mahasiswa. Dia menjelaskan, jika kuliah daring pasti memiliki dampak positif dan juga adanya tantangan yang dihadapi. Dampak positif yang dirasakan adalah fleksibilitas waktu sedangkan tantangan yang dihadapi adalah berkurangnya fokus dan rasa terisolasi.

”Perasaan terisolir bisa muncul bisa jadi merasa tertekan karena kurang leluasa untuk bisa bertemu siapapun,” jelas Sundari.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Herlini mengenai ”Tips dan Trik Mengelola Kesehatan Mental selama Kuliah Daring”. Herlini memberikan saran mengenai cara menghadapi insomnia yakni dengan menjaga pola makan dan berusaha membiasakan diri beraktivitas tidak di atas kasur.

”Coba kita pantau lagi kegiatan harian kita, insomnia bisa terjadi karena otak dan fisik kita belum siap untuk beristirahat. Hindari makan sebelum tidur karena itu bisa mengaktifkan lagi syaraf otak kita. Selain itu coba untuk hindari berkegiatan di atas kasur, selain untuk tidur. Sehingga tubuh kita akan langsung relax saat waktu tidur,” ungkapnya.

Pembicara ketiga, Karel menyampaikan materi mengenai Rumah Pembelajaran Kesehatan Jiwa (RPKJ) Yayasan SATUNAMA. Karel mengungkapkan, jika RPKJ merupakan lembaga yang berperan meberikan perawatan atau healing kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Karel mengungkapkan jika ODGJ bukanlah pasien melainkan warga yang perlu didampingi. Untuk menjaga kesehatan jiwa perlu adanya dukungan dari orang tua, keluarga, dan sahabat, mengutamakan hidup sehat, serta kunci dari kesehatan psikis adalah bahagia.

”Obat untuk ODGJ bukanlah pil melainkan dukungan dari lingkungan baik itu keluarga maupun sahabat,” jelas Karel. (*/ila)

Pendidikan