RADAR JOGJA- Tim Laboratorium Ilmu Pemerintahan (Lab IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama kelompok KKN Reguler berbasis IT UMY suskses melaksanakan pengabdian masyarakat.

Pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi ini dilakukan di dua tempat. Yakni Kalurahan Margokaton, Seyegan dan Dusun Gamplong I, Sumberrahayu, Moyudan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Sakir Ridho Wijaya menjelaskan, kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UMY ini merupakan salah satu kewajiban bagi setiap perguruan tinggi.

Salah satunya, guna membantu mengelola sistem informasi desa (SID) terkait keterbukaan informasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang telah dilakukan bertujuan untuk mendorong percepatan pembangunan dan meningkatan kesejahteraan masyarakat terutama di wilayah desa. “Kegiatan ini merupakan pengabdian, kami siap membantu mendampingi pihak desa secara kontinyu,” katanya.

Sakir menambahkan, ada empat program kegiatan yang telah dilaksanakan selama satu bulan. Berupa program pendampingan langsung di masyarakat.

Pertama kami mulai memetakan dengan melaksanakan Focus Grup Discusion (FGD), hal ini penting dilakukan untuk memetakan satu masalah dan merumuskan solusi dari permasalahan yang ada. Bentuknya berupa program kegiatan dan pendampingan. FGD dilaksanakan pada Kamis (21/1).

Selanjutnya diadakan pelatihan mengenai tata kelola media sosial dan website, diselenggarakan di Gedung Serba Guna Kalurahan Margokaton, Seyegan, Sleman Kamis (4/2), yang  diikuti oleh sejumlah perwakilan dari BUMDes, Karang Taruna, dan beberapa Pamong Kalurahan.

Dalam kesempatan tersebut beberapa materi pelatihan dipraktekkan. Diantaranya tentang cara membuat konten dan mengelola website, cara membuat video menarik dengan HP, dan cara membuat desain grafis.

Berikutnya, ada pelatihan dan pendampingan digital marketing Minggu (7/2).¬† “Kami mendorong agar supaya web dan medsos menjadi satu media promosi desa. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa. Terutama pada BUMDes dan UMKM,” tambahnya.

Koordinator Lab IP UMY ini menyebut selama ini marketing yang dilakukan masih konvensional. Apalagi masa Pandemi seperti sekarang ini. Banyak UMKM yang berhenti produksi karena marketnya tidak ada.

“Oleh karena itu, pendampingan digital marketing diperlukan disini. Kami mencoba membuka peluang pasar yang lebih besar,” ujarnya.

Hadir dalam Pelatihan digital marketing sebagai narasumber Jumus Takim. Jumus yang juga merupakan alumni UMY ini memberikan pelatihan bertema Fundamental Digital Marketing. Dimana digital marketing saat ini butuh orang-orang yang bekerja keras, ulet, dan telaten.

Program ditutup dengan pelatihan Jurnalistik dengan tema Memanfaatkan Platform Digital untuk Pemasaran Produk BUMDes dan UMKM Minggu (14/2). Workshop menghadirkan narasumber CEO Radar Jogja Digital Reren Indranila.

Sementara itu, Carik Margokaton Irdhon Hidayah sangat mengapresiasi sekaligus menyambut baik adanaya KKN Reguler IT dari UMY, selain dapat meningkatkan kemampuan, lanjut Irdhon acara ini sangat bermanfaat khususnya bagi pelaksana BUMdes dan UMKM dalam peningkatan ekonomi masyarakat, “Dimasa Pandemi sekarang ini kami membutuhkan tema-tema seperti ini,” katanya. (naf/sky)

Pendidikan