RADAR JOGJA – Sebanyak 20 unit GeNose C-19 tersebar di UGM. Sebagai upaya mempercepat skrining, saat ini 18 fakultas, satu sekolah vokasi dan satu sekolah pascasarjana di UGM sudah memiliki GeNose C-19.

Salah satu perwakilan penerima GeNose C-19, Dekan Fakultas Pertanian UGM Jamhari menjelaskan, pemberian GeNose oleh universitas agar skrining secara mandiri bisa dilakukan dengan cepat. Hal itu juga sebagai bentuk persiapan universitas menghadapi perkuliahan kombinasi daring-luring. “Bisa digunakan untuk skrining Covid-19 saat kegiatan-kegiatan spesial,” jelas Jamhari Selasa (16/2).

Selama ini, kata Jamhari, proses skrining di lingkungan fakultas selalu dilakukan di luar kampus. Terlebih hasil yang diperoleh memerlukan waktu beberapa hari, sehingga sering menimbulkan kecemasan. Dengan memiliki GeNose di setiap fakultas, diharapkan skrining bisa lebih cepat dilakhkan. “Sehingga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi civitas akademika di lingkungan fakultas,” lanjutnya.

Rektor UGM Panut Mulyono menuturkan, pemberian GeNose kepada fakultas dan sekolah juga dilengkapi dengan hepa filter beserta 100 kantong plastik atau balon. Pemberian GeNose diharapkan dapat membantu dalam upaya skrining Covid-19 di lingkungan kampus. Terlebih saat kegiatan luring terbatas di fakultas. “Seperti pertemuan tamu, dies, dan acara lainnya,” bebernya.

Sementara untuk mendukung pemanfaatan GeNose, UGM nantinya akan memberikan fasilitas pelatihan bagi petugas dari tiap fakultas dan sekolah. Ini terkait pengoperasian standar GenNose di Science Techno Park (STP) UGM. Selain itu, pelatihan pengolahan limbah medis produk GeNose juga akan diberikan. (eno/laz)

Pendidikan