RADAR JOGJA – Adanya pandemi Covid-19 telah memukul banyak pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di DIJ. Hal ini mengakibatkan banyak pelaku UMKM yang akhirnya gulung tikar. Kondisi tersebut, membuat tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UAD mengadakan pelatihan bagi pelaku UMKM di DIJ.

Dosen FEB Mahrus Lutfi Adi Kurniawan menjelaskan, pelatihan dilakukan bersama dengan tim FEB pada 4 dan 10 November 2020 lalu. Dibantu dengan dosen lain yakni Nurul Azizah Az-Zakiyah dan Indanazulfa Qurrota A’yun. Pelatihan tersebut menyaring 30 pelaku UMKM dari 150 pendadtar. Mengingat acara diadakan saat masa pandemi Covid-19, sehingga harus memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan RI pada 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun drastis dari 5.3 persen sebelum adanya Covid-19 menuju 2.3 persen bahkan -0.4 perse  pasca adanya Covid-19. Kondisi ini diakibatkan karena berkurangnya permintaan konsumsi masyarakat dan direspons dengan berkurangnya penawaran. Selain itu, berdasarkan Survei Dampak Darurat Virus Corona terhadap Tenaga Kera Indonesia yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan, sektor yang paling terpukul adalah sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Keberlangsungan kehidupan UMKM sangat bergantung pada tinggi rendahnya konsumsi masyarakat. Oleh karena itu, hal yang paling dirasakan oleh UMKM adalah penjualan yang menurun.

Oleh karena itu, kegiatan pelatihan menjadi bukti perhatian terhadap pelaku UMKM yang paling merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Agar pelaku UMKM bisa tetap bertahan. Serta dapat menjadikan pandemi Covid-19 sebagai peluang untuk meningkatkan omzet. Pelaku UMKM juga didorong untuk meningkatkan kemampuan agar saat pandemi selesai, mereka dapat meningkatkan kembali penjualannya.

Mahrus menuturkan, kegiatan pelatihan yang dilakukan timnya bekerjasama dengan pusat layanan usaha terpadu koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM) Dinkop dan UMKM DIJ. Diselenggarakan dalam tiga tahap, yakni materi sosialisasi tentang grow up your business di PLUT-KUMKM. Meliputi pengelolaan keuangan, strategi harga bagi pelaku baru UMKM, informasi sumber pembiayaan, serta strategi pelatigan digitalisasi hsaga menggunakan media sosial Instagram. Sedangkan tahapan kedua, pelaku UMKM melakukan kunjungan langsung kegiatan UMKM dan tahap twrakhir adalah mengidentifikasi kebutuhan pelaku UMKM. “Pelatihan juga melibatkan mahasiswa sebagai ajang pembelajaran untuk memupuk kepedulian terhadap pelaku UMKM dan menghadapi masalah ekonomi riil yang ada,” bebernya.

Dalam pelatihan, kata Mahrus, ia juga berkontribusi menjadi narasumber tentang pembiayaan. Ia menyampaikan, bahwa masih banyak UMKM yang unbankable, sehingga mereka sulit untuk bisa meningkatkan aktifitas produksi dan usahanya. Oleh karena itu, informasi pembiayaan ini penting untuk kemudian UMKM bisa menjadi bankable namun juga taat dalam pembayaran angsuran agar tidak masuk SLIK OJK. Tidak hanya itu, ia juga memberikan informasi yang mengarah pada akses pembiayaan non-bank seperti pegadaian, modal venura, cara menjadi mitra BUMN, dan cara akses bantuan.

Sementara pelatihan terkait perencanaan kuangan, disampaikan oleh Nurul Azizah Azzakiyah. Nurul menyampaikan, masalah yang sering dihadapi UMKM saat ini yaitu terkait pembukuan dan perencanaan keuangan. Banyak pelaku UMKM yang masih menjalankan usahanya secara tradisional tanpa memperhatikan aspek arus keuangannya. Sehingga dengan adanya pelatihan ini diharapkan UMKM bisa memiliki pembukuan dan perencanaan keuangan yang rapi. “Agar selanjutnya memiliki manfaat besar bagi keberlangsungan UMKM,” jelas Nurul.

Sementara itu, Indanazulfa Qurrota A’yun memberikan materi terkait digitalisasi usaha yang memiliki peran penting bagi UMKM. Menurutnya, pemanfaatan dunia online atau media online sangat berperan untuk penetrasi pasar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan jangkauan pasar dan penjualan. Selain memberikan materi selama pelatihan, pelaku UMKM juga praktek secara langsung mengenai cara membuat hashtag, membuat konten yang menarik, meningkatkan follower dan meningkatkan jangkauan pada instagram. “Dalam pemberian materi digitalisasi usaha, bersama dengan M Fathur Reza selaku owner dan founder Digitaluna yang bergerak dibidang digital agency,” kata Indana.

Acara pelatihan, diharapkan bisa membuat pelaku UMKM bertahan dan menjadi modal untuk kemajuan usahanya terlebih di masa pandemi Covid-19. Selanjutnya, tim FEB UAD juga berencana melakukan pendampingan dan terjun langsung ke UMKM. (*/eno/ila)

Pendidikan