RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) Kampus Magelang menggelar workshop sistem penjaminan mutu internal (SPMI) guna menjamin kualitas pendidikan Polbangtan sesuai standar dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Acara yang digelar di Hotel Atria pada 1-3 Februari 2021 diikuti para dosen, calon dosen, dan tenaga administrasi kependidikan tersebut dalam rangka persiapan akreditasi institusi. Sekaligus membangun dan mengembangkan sistem informasi akademik Polbangtan YoMa.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman MP menjelaskan, pengembangan SPMI mengarah pada sistem penjaminan mutu yang diimplementasikan dalam teknologi informasi, yang mengacu pada penilaian akreditasi institusi dan program studi (prodi). “Rancangan sistem teknologi infomasi SPMI diharapkan akan terintegrasi dengan sistem informasi Polbangtan yang lain. Ini guna meningkatkan aseptabilitas dan kinerja mutu pendidikan Polbangtan,” ujarnya.

Peningkatan kinerja dan mutu pendidikan Polbangtan, lanjut Rajiman, juga merupakan implementasi arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL). SYL mendorong seluruh jajaran Kementerian Pertanian meningkatkan kinerja organisasi guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Untuk memenuhi kebutuhan pangan 267 juta penduduk.

Selain itu, di berbagai kesempatan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr terus memotiasi jajarannya di Polbangtan untuk mewujudkan cita-cita Menteri SYL melahirkan 2,5 juta petani milenial selama lima tahun. Hal itu akan terlaksana jika Polbangtan mampu menjamin mutu dan kualitas pendidikan sesuai standar BAN-PT, sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Adapun tujuan digelarnya workshop SPMI, di antaranya, menyusun kebutuhan dokumen penjaminan mutu Polbangtan YoMa berdasarkan penilaian akreditasi instutusi dan prodi, merancang sistem penjaminan mutu berbasis teknologi informasi, sertam mengembangkan rancangan sistem penjaminan mutu terintegrasi dengan sistem teknologi informasi pendidikan di lingkup Polbangtan YoMa.

Ketua Panitia drh Pramu MSc menambahkan, program kerja SPMI 2021 dan pengembangan sistem penjaminan mutu Polbangtan YoMa dilaksanakan dari beberapa aspek. Antara lain, administrasi dan sarana pendidikan, penelitian dan jurnal ilmiah, pengabdian masyarakat, serta kemahasiswaan. “Tiap aspek dibahas oleh tim kerja masing-masing,” katanya.

Workshop SPMI bertema “Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Berbasis Penilaian Akreditasi Institusi Tahun 2021” menghadirkan beberapa narasumber. Salah satunya, Dr Dwi Winarsih MPd dari Universitas Negeri Tidar Magelang. Dwi Winarsih membahas pengembangan SPMI berbasis pada form akreditasi institusi dan prodi.

SIMBOLIS: Wadir II Bidang Akademik Poplbangtan YoMa drh Yudiana Rina Kusuma MP (kanan) memberikan kenang-kenangan kepada Dr Dwi Winarsih dari Universitas Negeri Tidar Magelang.

Menurutnya, SPMI merupakan kegiatan sistemik untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi secar berencana dan berkelanjutan.  Hal tersebut bertujuan menjamin pemenuhan standar akreditasi perguruan tinggi secara berkelanjuatan. Demi mewujudkan perguruan tinggi yang bermutu.  Dasar hukum pelaksanaan SPMI adalah UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Khususnya apda bab III, pasal 52. “SPMI direncanakan, dilaksanakan, dievaluasi, dikendalikan, dan dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi,” jelasnya.

Narasumber lainnya, Dadang Tri Wahyudi MST MM, mengatakan, sistem informasi penjaminan mutu perguruan tinggi terintegrasi dengan SIATO (Sistem Informasi Akademik Terpadu Online). Meliputi data-data akrediasi institusi, dosen, mahasiswa, dan pembiayaan. Khusus dosen, item yang dinilai adalah sistem pendidikan dan pengajaran, penelitian (jurnal), dan pengabdian masyarakat. Sedangkan dari sisi mahasiswa, semakin banyak peminat, maka poinnya kian bagus. Termasuk sebaran peminatnya. “Output-nya dicari dari treasure study dan input-nya dari sebaran peminat tersebut,” ungkapnya.(*/yog)

Pendidikan