RADAR JOGJA – Pengelolaan menu sehat di tempat wisata saat ini penting dilakukan sebagai salah satu upaya alternatif menurunkan prevalensi penyakit tidak menular (PTM).

Mahendro yang sering di panggil Mahe mengungkapkan bahwa secara global PTM menjadi penyebab utama kematian, termasuk di Indonesia. Sedangkan di Kabupaten Sleman sendiri, saat ini kasus PTM  mengalami peningkatan yang signifikan dan menghabiskan biaya yang cukup besar.

“Ini menjadi ancaman serius bagi Pemerintah Kabupaten Sleman, harus segera dirancang strategi pencegahan PTM, agar jumlahnya tidak semakin meningkat ujarnya,  saat memberikan materi dalam acara Seminar di Agrowisata Salak Pondoh Bangunkerto, Turi, Sleman Sabtu (6/1).

Mahe menambahkan, ada beberapa PTM yang harus diperhatikan, yaitu: penyakit jantung, diabetes mellitus (DM), dan kanker. Pemilihan, pengolahan dan penyajian makanan sehat menjadi kunci utama untuk menurunkan potensi terjadinya PTM.

Oleh karena itu,  Mahe berinisiatif untuk merancang strategi dengan mendirikan kantin sehat di Agrowisata Bangunkerto Turi Sleman.

Mahe yang berperan sebagai Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) FKIK UMY dan sekaligus dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN Reguler IT UMY 084 berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Bangunkerto dan Pengelola Agrowisata Bangunkerto untuk mewujudkan strategi yang sudah dirancang.

“Tujuannya tidak lain menciptakan perilaku hidup sehat melalui penyediaan makanan sehat bagi wisatawan Agrowisata,” tambahnya.

Melalui pemberdayaan masyarakat Mahe berhasil melibatkan ibu-ibu PKK untuk mengelola kantin sehat ini.

Mahe berharap kantin sehat ini menjada daya tarik masyarakat Sleman untuk menciotakan masyarakat sehat dengan memilih menu makanan sehat.

Ketua Pengelola Agrowisata Salak Pondoh Bangunkerto Marwadi sangat mendukung kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan salah satu Catur Dharma Perguruan Tinggi yang memberi banyak manfaat kesehatan. “Dalam kesempatan ini warga dituntut aktif supaya tidak ketinggalan,” katanya.

Sementara itu, Lurah Bangunkerto Anas Makruf sangat mengapresiasi kegiatan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada LP3M UMY yang telah memberikan hibah pengabdian masyarakat kepada Mahe (abdimas).

“Saya sangat senang dengan bimbingan Mahe dalam merancang strategi kantin sehat ini. Selain orang nya pinter, beliau itu ganteng, entengan dan rajin,” ujarnya.

Anas berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan. Pemerintah Desa setempat akan selalu memantau perkembangan Agrowisata secara terus menerus. “Mudah-mudahan dapat berjalan dengan baik, bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Anas. (*/naf/sky)

Pendidikan