RADAR JOGJA – Mewujudkan semangat anak, orang tua maupun sekolah dalam menyambut belajar dari rumah (BDR) pada semester genap. SMA Muhammadiyah 5 Jogja menggelar talkshow bertajuk membangun harmonisasi antara orang tua dan anak secara virtual.

Pesebaran Covid-19 yang belum terkendali membuat pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diperpanjang. Beberapa sekolah pun memiliki kiat supaya PJJ tidak membosankan. Seperti yang dilakukan SMA Muhammadiyah 5 Jogja.

Kepala SMA Muhammadiyah 5 Jogja Titin Yulianti Prawesti mengatakan, acara dengan lingkup satu sekolah dibuat perdana bertujuan menjalin komunikasi dengan orang tua dan anak. Untuk mengumpulkan semangat bersama antara orang tua, anak, dan sekolah menyambut semester genap yang masih dilakukan secara daring atau belum tatap muka. Agar kegiatan BDR semester 2 itu bisa berjalan lebih optimal. “Biar anak-anak dan orang tua siap secara psikologis bahwa ini hari pertama masuk sekolah. Maka ada komunikasi dengan sekolah, ada siraman motivasi,” katanya usai talkshow di SMA Muhammadiyah 5 Jogja Senin (4/1).

Titin menjelaskan pelaksanaan BDR semester sebelumnya meski diklaim berjalan lancar. Namun, masih ada sedikit kendala. Seperti keterlambatan siswa dalam mengumpulkan tugas. Ada beberapa anak yang masih mengeluhkan bosan dengan pembelajaran jarak jauh ini. “Maka kami sambut mereka dengan kegiatan seperti ini berdasarkan masukan dari orang tua atau wali mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, memunculkan komunikasi interaktif dari orang tua atau wali siswa. Rata-rata kendala selama ini ialah kesulitan untuk mengakses platform pembelajarannya. “Keseluruhan siswa kelas 10 sampai 12 ada 272 siswa semuanya mengikuti belajar daring. Ada tiga anak yang tidak bisa mengakses tapi saat ini alhamdulillah sudah bisa,” tambahnya.

Narasumber talkshow atau motivator Eni Harjanti mengatakan, BDR akibat dari adanya pagebluk korona ini harus disikapi bersama. Agar tidak menimbulkan kejenuhan antara orang tua maupun siswa itu sendiri yang berdampak timbulnya gesekan dalam keluarga. Maka diperlukan sinergi untuk membuat keluarga tetap harmonis. “Paling penting adalah adanya komunikasi yang sehat supaya anak tahu kemauan orang tuanya dan orang tua tahu kemauan anaknya,” katanya.

Pemateri tetap pada program salah satu TV lokal itu menyebut usahakan dalam satu hari harus ada komunikasi dengan anak. Dicontohkan, waktu komunikasi dengan anak ini terutama bagi orang tua yang kesibukannya bekerja bisa dilakukan sebelum berangkat bekerja, saat break bekerja, dan saat pulang bekerja. “Komunikasi dengan bahasa yang baik yang tidak terkesan mendoktrin anak. Agar antar orang tua dan anak bisa nyaman,” tambahnya. (wia/pra)

Pendidikan