RADAR JOGJA- Meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) terus bergerak meraih prestasi dengan bertambahnya Guru Besar dalam Bidang Teknik Sipil yang dikukuhkan, Jumat (18/12).  UAJY mengadakan Rapat Terbuka Senat Akademik Universitas dalam rangka Penyampaian PidatoPengukuhan Guru Besar Ade Lisantono.

Ade Lisantono menempuh pendidikan S3 di Institut Teknologi Bandung dan mempunyai banyak pengalaman dalam penelitian, pengabdian serta penghargaan.

Dalam pengukuhannya, Ade menyampaikan pidato yang berjudul “Elemen Struktur Beton Bertulang dan Teknologi Beton Berbasis Kearifan Lokal untuk Menunjang Pembangunan Berkelanjutan”.

Ade menjelaskan, studi tersebut berangkat dari dampak gempa  Jogjakarta yang terjadi pada 2006 silam. Gempa 5,9 SR tersebut menyebabkan 109.028 bangunan runtuh total, 96.009 bangunan dalam kategori rusak berat dan sedang, serta 73.669 bangunan dalam kategori rusak ringan. Dilaporkan pula korban jiwa sebanyak 4.710 orang akibat gempa tersebut.

Gempa tersebut memberikan pembelajaran untuk masyarakat bahwa dalam membangun rumah harus memenuhi kriteria tahan gempa.

Salah satu upaya untuk mengurangi risiko dampak gempa pada bangunan adalah dengan memilih bahan bangunan yang lebih ringan. Hal ini dimaksudkan agar gaya inersia akibat gempa menjadi lebihkecil saat bangunan tersebut diguncang gempa.

Penelitian ini mencari cara agar struktur beton bangunan lebih kokoh ketika terjadi gempa, karena setelah terjadinya gempa pada tahun 2006, banyak pemilik gedung yang khawatir akan struktur bangunan mereka.

“Harapannya dengan hasil dari studi ini akan bermanfaat untuk menunjang pembangunan berkelanjutan yang struktur beton bertulangnya dapat lebih toleran dengan guncangan gempa,” ujarnya.  (*/sky)

Pendidikan