RADAR JOGJA – Salah satu mahasiswa STMIK Akakom mencetak prestasi membanggakan di tingkat nasional.  Ramzy bin Sulaiman atau yang biasa disapa Ramzy itu berhasil menjadi Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional 2020.

Ia berhasil menyabet juara 3rd runner up pada acara Grand Finale Duta Siswa Mahasiswa Berprestasi Nasional 2020 yang digelar pada Sabtu (31/10) lalu.

Ramzy menagatakan banyak pengalaman yang ia dapatkan dari mengikuti acara ini.

“Disini lebih diajarkan bagaimana kita public speaking, critical thinking untuk membangun generasi muda bisa menjadi future national leader,” ujarnya, ditemui dikampusnya Selasa (15/12).

Ramzy menceritakan awal mula mendaftarkan diri pada lomba ini karena info dari seorang teman. Pendaftaran lomba ini pula sebenarnya sejak 2019, namun acara grand final baru dilaksanakan Oktober lalu. Sedangkan untuk tahapan lomba, Ramzy mengatakan ada beberapa tahapan seperti seleksi berkas, 100 besar, 30 besar, 15 besar dan grand finale.

“Waktu 30 besar, 29 finalis membuat program kerja tentang pelatihan. Hanya saya sendiri membuat program kerja berupa aplikasi untuk melatih softskill,” katanya.

Ramzy menambahkan  hal ini terjadi karena latar belakang pendidikannya yang berasal dari Teknik Informatika. Program kerja yang diusulkan Ramzy ini membawanya pada 15 besar dan meraih peringkat 5 nasional pada saat seleksi.

“Setelah 15 nama rilis yang akan menuju ke babak grand finale nasional, saya baru tersadar bahwa hanya kampus saya yang masuk. Alhamdulillah saya dipercaya untuk mewakili DIJ  suatu kebanggaan bagi saya,” tambahnya.

Ramzy juga membagikan pengalaman uniknya saat mengikuti lomba tersebut. Ia mengatakan saat itu ia diharuskan menggunakan baju adat daerah domisili dan sangat bingung karena ia bukanlah orang asli Jogja. “Saya juga bingung awalnya. Akhirnya setelah berkonsultasi dengan beberapa orang asli Jogja, saya beberapa kali pindah persewaan baju biar dapet yang benar-benar pakem dan supaya saya menghargai budaya juga,” ujarnya.

Ramzy menceritakan suka duka saat lomba tersebut. Ia berkata saat karantina peserta, sempat jatuh sakit. Saat melakukan presentasi pun dewan juri menyadari Ramzy tidak dapat melakukan presentasi secara maksimal.

“Tapi saya mikir, gak mungkin nih saya berhenti disini karena udah mau check-in hotel segala macem. Kepikiran mau ke rumah sakit tapi pikiran saya kalo ke rumah sakit pasti disuruh rawat inap,” katanya.

Selain menjadi 3rd runner up Duta Mahasiswa Berprestasi Nasional, Ramzy juga mendapatkan penghargaan Best in Proposal Presentation. Hal ini pula menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi STMIK Akakom. Ramzy juga mengatakan pihak kampus sangat mendukungnya dalam lomba tersebut.

Sedangkan Dosen Pembimbing Edi Iskandar, mengatakan pihak kampus memang mendukung penuh pada lomba yang diikuti Ramzy ini. Pihak kampus mendukung baik secara materi dan non-materi.

“Untuk materi dalam awal sampai akhir. Jadi kalo Mas Ramzy butuh apa, kita kasih. Begitu juga dari dukungan non-materi kita selalu mendukung,” katanya.

Dengan adanya prestasi yang dicetak oleh Ramzy, Edi juga menilai saat ini antusias mahasiswa lain dalam mengikuti lomba cukup tinggi. Namun saat ini karena terkendala pandemi, lomba-lomba yang diikuti pun masih bersifat daring.

“Alhamdulillah ada dampak positif dari prestasi yang diraih oleh Mas Ramzy,” ucapnya.

Edi berharap akan ada lagi mahasiswa lain yang dapat mengangkat nama baik STMIK Akakom seperti Ramzy dan juga mengangkat nama baik Jogjakarta Ramzy juga mengatakan pesan dan kesannya agar dapat memotivasi orang lain.

“Pesan kesan saya sih terus lakukan apa yang kamu inginkan dan kejarlah apa yang kamu inginkan, jangan dengarkan perkataan orang karena semakin kita mendengarkan perkataan orang semakin kita akan terpuruk. Namun jadikanlah perkataan itu sebagai motivasi untuk dirimu sendiri dan tetap fokus pada tujuanmu,” katanya. (*/om1/sky)

Pendidikan