RADAR JOGJA- Semangat bela negara harus ditanamkan kepada generasi muda sedini mungkin. Terutama kepada anak-anak usia SD hingga SMP.

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) sebagai kampus dengan jati diri bela negara yang didirikan oleh para pejuang veteran Republik Indonesia, merasa memiliki tanggung jawab dalam menyosialisasikan apa itu bela negara dan mengenalkan dasar-dasar bela negara kepada masyarakat luas.

Kemudian, dengan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik itu akademisi, birokrat, maupun unsur lainnya, UPNVY akan terus melakukan pengembangan studi tentang bela negara ini.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UPNVY Singgih Saptono, dalam kegiatan Pelatihan Bela Negara untuk mengenalkan dan menumbuhkan jiwa bela negara kepada siswa SD dan SMP, yang diadakan oleh Satuan Resimen Mahasiswa (Satmenwa) Kalimasada UPNVY, di Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul.

“Kegiatan ini masih dalam satu rangkaian agenda peringatan Dies Natalis ke-62 UPNVY yang diperingati setiap 15 Desember. Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka Hari Bela Negara yang diperingati setiap 19 Desember,” ujar Singgih Saptono, (12/12).

Lurah Ngestirejo Wahyu Suhendri sangat mengapresiasi kegiatan Pelatihan Bela Negara dari UPNVY yang dikhususkan untuk anak ini. Jadi kali ini memang bukan untuk remaja. Mengingat pandemi Covid-19, dan sesuai dengan prokes, maka peserta dibatasi maksimal 60 anak. Kegiatan dilaksanakan sejak pagi sampai sore, selama sehari.

“Kami memang membidik usia anak dengan konsep permainan yang bersifat edukatif dengan muatan pengenalan awal bela negara bagi anak-anak. Seperti flashmob yang diinisiasi oleh anak-anak sendiri. Ke depan semoga kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala,” ujar Wahyu Suhendri.

Kegiatan Pelatihan Bela Negara diikuti oleh 60 siswa SDN Jaten, dan siswa SMP yang tergabung dalam Forum Anak Desa Ngestirejo (Fandesti). Hadir pula dalam acara ini Panewu Tanjungsari yang diwakili oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Tanjungsari Naskhan, Bhabinkamtibmas Kalurahan Ngestirejo Bripka Edi Widodo.

Wahyu Suhendri menyampaikan bahwa pelatihan bela negara ini memiliki tujuan mulia, yakni membina dan membentuk generasi muda Bangsa Indonesia yang berkepribadian, dan berakhlak mulia, disiplin, terampil, dan memiliki semangat bela negara.

“Upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga yang dijiwai oleh kecintaan Kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Kata Wahyu Suhendri.

Wahyu Suhendri berharap melalui pelatihan ini dapat lahir generasi muda yang berkarakter bela negara, berwawasan kebangsaan, dan cinta tanah air guna tetap tegaknya Persatuan dan Kesatuan NKRI.

Peneliti Geo Ekowisata dan Dosen Prodi Manajemen FEB UPNVY  Istiana Rahatmawati, prihatin dengan kondisi anak-anak di wilayah Ngestirejo yang terpaksa tidak bisa masuk sekolah akibat pandemi Covid-19. Hal ini diperparah dengan kondisi susah sinyal di wilayah Ngestirejo, yang mengakibatkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring pun tidak mungkin untuk dilaksanakan.

“Agar anak-anak bisa mengisi waktu luangnya dengan hal-hal yang bermanfaat, kami memberikan Pelatihan Bela Negara ini. Kemudian, ide ini ternyata mendapat sambutan yang positif dari Bapak Lurah dan warga Ngestirejo. Bahkan orang tua siswa pun banyak yang antusias dan justru ikut menyimak materi bela negara. Materi bela negara disampaikan oleh mahasiswa dengan melibatkan unsur Menwa, Mapala, KSR PMI, dan Pramuka,” imbuh Istiana.

Istiana menambahkan, kegiatan ini terutama merupakan implementasi dari visi dan misi UPNVY untuk menyosialisasikan semangat bela negara kepada masyarakat secara lebih luas lagi. Dan, penanaman nilai-nilai bela negara sangattepat dan strategis sekali jika menyasar ke usia dini atau setingkat SD dan SMP.

“Tentunya, harus disampaikan melalui pendekatan psikologi anak dan menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan menarik bagi anak-anak. Untuk mengenalkan kepada mereka lima dasar bela negara yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban, dan memiliki kemampuan awal bela negara,”tambahnya.

Menurut Istiana, sedari dini anak-anak perlu dipupuk rasa cintanya kepada bendera negara, dan lagu kebangsaan. Mereka perlu menyadari, mengetahui, dan mencintai keistimewaan kekayaan sumber daya alam negaranya, yang menjadi miliknya di masa depan, yang harus dikelola dan dipertahankan.

“Walaupun wilayah Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul, merupakan zona hijau pandemi Covid-19, namun kegiatan tetap dilakukan dengan Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan dan Penyebaran Covid-19. Yakni melakukan pengecekan suhu tubuh, Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan memakai handsanitizer, Menjaga jarak, dan Tidak berkerumun (3M-1T), agar semua pihak merasa aman dan terlindungi,” jelas Istiana.

Mahasiswa Prodi Teknik Geofisika dan Kepala Urusan (Kaur) Pendidikan dan Pelatihan Satmenwa Kalimasada UPNVY Abdul Salam menegaskan perlunya meningkatan pemahaman bela negara kepada anak sejak usia dini. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, untuk memberikan sosialisasi tentang perilaku hidup sehat, dan pelajaran baris-berbaris.  (*/sky)

Pendidikan