RADAR JOGJA – STMIK Akakom mengadakan Seminar Internasional ke-3, International Seminar on Research of Information Technology and Intelligent System (ISRITI 2020). Konferensi ini merupakan konferensi internasional ketiga yang diadakan. Konferensi yang pertama diadakan oleh STMIK Akakom secara virtual pada 10 Desember 2020.

General Chair ISRITI 2020 Dr Bambang Purnomosidi D. P mengatakan, tema dalam konferensi ini adalah “Artificial Intelligence for Social Interactions”. Tema ini dipilih karena berbagai kemajuan di bidang AI belakangan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa AI akan menggantikan berbagai hal yang sebelumnya menjadi ranah manusia.

”Bagi kami, AI dapat digunakan untuk lebih memahami interaksi sosial dan untuk membangun mesin yang bekerja secara lebih kolaboratif dan efektif dengan manusia. Oleh karena itu, dengan mengangkat tema tersebut dalam ISRITI 2020, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran terhadap AI yang lebih bermanfaat bagi manusia, bukan sebagai pengganti manusia,” jelasnya.

Dia menjelaskan, konferensi ini bertujuan menyediakan forum interaktif berskala internasional sebagai tempat berbagi dan bertukar informasi. Utamanya tentang penelitian terbaru di bidang teknologi informasi, ilmu komputer, informatika, dan berbagai bidang terkait.

Hampir 135 akademisi, peneliti, praktisi, dan presenter dari 17 negara berkumpul di acara ini.  Di antaranya dari Indonesia, Malaysia, India, AS, Brasil, Australia, Korea Selatan, Hongaria, Maroko, Vietnam, Irak, Cina, Thailand, Turki, Irlandia, Rumania, Rusia, dan Arab Saudi.

”Total ada 262 makalah aktif yang masuk ke konferensi ini. Setiap makalah telah ditinjau dengan kriteria yang ketat dari reviewer yang kami undang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil review, 135 makalah telah diterima, dengan tingkat penerimaan 51,5%. Konferensi ini tidak akan berhasil tanpa upaya yang ekstensif dari banyak pihak.

Ketua STMIK Akakom Ir Totok Suprawoto, MM, MT mengatakan, dalam penyelenggaraan konferensi iSriti ketiga ini terpaksa dilaksanakan secara online. Ini mengingat belum berakhirnya pandemi  Covid-19.

”Meskipun sedang dilanda pandemi, namun antusiasme para peneliti yang mengirimkan artikel hasil risetnya sebanyak 262 artikel yang berasal dari 17 negara. Artikel yang diterima (accepted) sebanyak 135 yang siap dipresentasikan secara online dalam konferensi iSriti,” jelasnya.

Pihaknya selaku penyelenggara ISRITI 2020 mengaku sangat bangga. Totok juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi para peneliti yang telah berkenan mengirimkan hasil risetnya untuk dipublikasikan di forum konferensi ini. ”Terima kasih juga, kami ucapkan  kepada IEEE dan IRSI yang telah percaya dan mendukung terlaksananya konferensi ini. Kami masih berharap dapat membangun jejaring dan pertukaran informasi untuk menghadapi tantangan pada era disrupsi teknologi saat ini,” jelasnya. (*/ila)

Pendidikan