RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 menyebabkan fluktuasi pada perkembangan ekonomi global. Hal ini berdampak pada Usaha Kecil Menengah (UKM), tingkat investasi, juga melemahnya nilai ekspor-impor. Implikasi aspek ekonomi menjadi fokus utama meski tak lepas dari aspek kesehatan dan aspek sosial maupun komunikasi.

Oleh sebab itu, Implementasi Riset Ekonomi dalam Memperkuat Ketahanan Perekonomian Nasional menjadi tema apik Webinar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) dalam rangka Dies Natalis ke-62, Rabu (25/11). Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari kalangan praktisi dan industri.

Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UPNVY Dr Mohamad Irhas Effendi MSi. Dia menuturkan, dampak pandemi Covid-19 terhadap aspek ekonomi DIY selama dua semester tahun 2020 ini mengakibatkan kontraksi pertumbuhan ekonomi yang fluktuatif. Disisi lain, juga berdampak positif terhadap pertumbuhan di sektor sosial, kesehatan, dan komunikasi.

“Dampak sosial mengubah cara berkomunikasi dan berinteraksi juga perilaku konsumen dalam kegiatan transaksi ekonomi,” ucap Irhas Effendi mengawali webinar, Rabu (25/11).

Irhas Effendi menyampaikan, webinar ini dapat mengupas berbagai hasil riset ekonomi yang nantinya bisa memberi konstribusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Mengimplemantasikan hasil riset kepada dunia praktisi, menjadi wadah sharing akademisi. Juga mengembangkan implikasi riset dalam bidang stratejik manajemen, penganggaran berbasis pancasila, portofolio investasi, maupun perkembangan berkelanjutan dalam memperkuat ekonomi nasional.

Kepala Divisi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY Miyono memaparkan, ekonomi DIJ secara umum mengalami perbaikan di triwulan ketiga ini menjadi -2,84 persen. Dari triwulan sebelumnya yang sempat menurun -6,74 persen. Melalui perbaikan di seluruh instansi DIJ, sehingga terdapat pertumbuhan meski angkanya masih negatif.

Diterangkan, secara sektoral ekonomi, pendukung terbesar itu di bidang industri, pertanian, dan konstruksi. Di sektor Industri, terkait konstruksi berat. Seperti pembangunan bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo dan pembangunan jalan tol ke depan.

Adanya pembangunan jalan tol tersebut diharapkan mampu meningkatkan laju pertumbuhan sektor industi. Sedangkan bidang lain meliputi, pertanian, informasi dan komunikasi, juga jasa kesehatan. “Ini pertumbuhannya positif selama pandemi,” katanya.

Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UPNVY Dr Sujatmika, MSi dalam pemaparannya mengenai penganggaran pemda berdasarkan Pancasila menjelaskan, perlunya meningkatkan komitmen dari para pemangku kebijakan. Dengan begitu, anggaran yang ditetapkan mengandung prinsip-prinsip Pancasila.

“Prinsip penganggaran yang berdasarkan Pancasila pasti mencerminkan lima prinsip utama. Yakni mentoleransi, mengadilkan, melindungi, menyejahterakan, dan mencerdaskan,” kata Sujatmika.

Penyusunan anggaran haruslah bertujuan menyejahterakan seluruh anak bangsa, tanpa diskriminasi terhadap satu golongan tertentu. Harus disadari masyarakat Indonesia sangat homogen, hanya Pancasila yang bisa menyatukan. Maka Pancasila harus betul-betul membumi demi tegaknya NKRI.

Moderator adalah Dosen FEB UPNVY Dr Akhmad Syariudin, MSi. Pembicara berikutnya menghadirkan Praktisi Asosiasi Sistem Dinamik Indonesia Dr Didi Nuryadin, MSi yang menguraikan tentang kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Kemudian, Konsultan Keuangan Mitra Bank Dr Khoirul Hikmah, MSi yang  mengambil topik kebijakan investasi, struktur kepemilikan, dan kebijakan pendanaan perusahaan dalam memperkuat perekonomian di Indonesia.  Selanjutnya, Praktisi Koperasi dan Pondok Pesantren Dr Sriyono, MSi, Ak, CA yang  memaparkan peran strategic management accounting pada perguruan tinggi untuk mendukung kualitas pendidikan nasional di Indonesia. (sce/mei/bah/hep/ila)

Pendidikan