RADAR JOGJA – Jurusan Teknik Industri (TI) Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) menggelar seminar nasional Industrial Engineering Conference (IEC) 2020. Kali ini mengangkat tema ’Perspektif Keilmuan Teknik Industri Pada Era New Normal’, Sabtu (21/11/2020). Seminar ini juga rangkaian webinar series yang diadakan dalam rangka Dies Natalis UPNVY yang ke-62.

Sebagai pembicara, menghadirkan keynote speaker Dosen Teknik Industri UPNVY Ir Nur Indrianti, MT, D.Eng, IPU, ASEAN Eng dan guest speaker Dosen Teknik Industri UGM Dr Eng Titis Wijayanto, ST, M.Des. Dihadiri oleh Rektor UPNVY Dr Mohamad Irhas Effendi, MSi secara virtual. Dekan FTI Ir Mahreni, MT, PhD diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Apriani Soepardi, STP, MT, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Dr Ir Harso Pawignyo, MT, dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaaan dan Kerjasama Bambang Yuwono, ST, MT. Hadir pula Ketua Jurusan Teknik Kimia dan Teknik Informatika, dan Ketua Jurusan Teknik Industri Dr Sadi, ST, MT.

Irhas Effendi dalam sambutannya, secara daring, menyampaikan harapannya kepada Teknik Industri agar selalu bisa mengatasi permasalahan dan mengikuti perkembangan zaman yang sedang dilanda pandemi Covid-19. “Mudah-mudahan acara ini dapat memberi kontribusi yang baik bagi kita semua dan memberi manfaat terutama bagi Teknik Industri. Tentu akan ada pergeseran peran dunia industri dalam menghadapi kebiasaan baru sekarang ini,” tuturnya.

Acara dibuka dengan laporan Ketua Panitia IEC 2020 Intan Berlianty, ST, MT yang menyampaikan detail statistik acara, juga mengenai tanggapan Teknik Industri menghadapi pandemi Covid-19 ini. Intan Berlianty mengungkapkan, pandemi covid-19 secara langsung berdampak pada segala aspek kehidupan, tidak terkecuali dengan dunia industri.

Banyak industri yang mengalami defisit, pengurangan produktivitas dan keuntungan, bahkan harus merumahkan banyak pekerja. Hal ini menimpa tidak hanya industri dengan skala besar, namun juga industri kecil dan menengah. “Teknik industri adalah ilmu yang memiliki cakupan yang sangat luas mulai dari desain, instalasi, dan improvement pada sistem terintegrasi yang terdiri atas manusia, material, informasi, peralatan, dan energi. Teknik industri juga merupakan salah satu aspek kehidupan  yang berada dalam arus perubahan yang cepat, yang ikut terkena dampak pandemi Covid-19 di era new normal,” ujarnya.

Sesi pertama di isi oleh pembicara utama Nur Indrianti yang memaparkan materinya mengenai bagaimana dampak pandemi Covid-19 ini secara lebih global lagi di dunia. Menurut dia, dari perspektif Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 tujuan atau keberlanjutan. “Kami memiliki agenda dunia 2030 untuk mencapai SDGs. Dengan adanya pandemi Covid-19 ini ada potensi yang akan menghambat ketercapaian agenda 2030 itu. Karena Covid-19 ini menghantam dunia salah satunya dari sisi ekonomi,” ungkapnya.

Selain itu, Nur Indrianti dalam seminar ini menjelaskan mengenai pembagian kerja antara work from home (WfH) dan work from office (WfO) yang diterapkan di berbagai bidang industri. WfH dan WfO membutuhkan perhatian khusus karena dalam penerapannya ada banyak faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan seperti pembagian jam kerja, kondisi psikologis, kesehatan, dan zonasi pekerja itu sendiri.

Untuk itu Teknik Industri mencari ide-ide untuk lebih bisa berkontribusi dalam menghadapi dan mencegah pandemi Covid-19 ini. Juga dampak tidak langsung yang ditimbulkannya seperti menumpuknya jumlah sampah medis. “Harapan global sendiri yaitu bagaimana semua bersinergi mulai dari pemerintah, pendidikan, ekonomi, industri. Bagaimana semua berkolaborasi bersama-sama mengatasi semua perubahan-perubahan baru sehingga agenda SDGs 2030 itu bisa tercapai,” terangnya

Selanjutnya Titis Wijayanto memaparkan tentang sudut pandang ergonomic di era new normal ini. Dia menjelaskan bagaimana pandemi Covid-19 ini merubah gaya belajar mahasiswa dan para pekerja kantor. aktivitas yang sebelum pandemi dilakukan secara offline sekarang dilakukan secara online, yang menyebabkan berbagai permasalahan baru. “Ada berbagai permasalahan ketika pembelajaran dilakukan secara online, di antaranya adalah permasalahan pada otot rangka, kemudian ada juga kelelahan mata, permasalahan tidur. Kita lihat ini semua saling berhubungan yang mengakibatkan kecemasan dan stres,” jelasnya. (sce/mg3/pra/by/ila)

Pendidikan