RADAR JOGJA – Sebanyak 20 kampus di wilayah DIJ, dan beberapa wilayah lain di Tanah Air menandatangani kerjasama Gerakan Pencanangan Kampus Sehat. Acara tersebut berlangsung di kampus Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY), Kamis (19/11).

Puluhan kampus itu berkomitmen menjadikan diri mereka sebagai institusi sehat yang nantinya diharapkan membawa efek positif pada masyarakat.

Rektor UPNVY Dr M. Irhas Effendi, MS mengaku sangat antusias ikut dalam gerakan kampus sehat ini. UPNVY menurut dia sudah siap menerapkan program kampus sehat ini. Bahkan ketika melihat fakta bahwa UPNVY sampai saat ini belum memiliki fakultas kesehatan.

“UPNVY sudah menerapkan prinsip kesehatan seperti bebas rokok, bebas narkoba, dan napza di kampus, kemudian juga adanya smart campus mendukung perkuliahan daring. Semua kami siapkan mulai infrastruktur, SDM, dan juga sistemnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irhas Effendi memiliki harapan tinggi terhadap bergabungnya UPNVY menjadi salah satu Kampus Sehat ini. Terutama dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip kampus sehat itu sendiri. “Kerja Sama ini harapannya bisa memberikan pemahaman lebih kepada kami,” katanya.

Sementara itu, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr. Rizkiyana Sukandhi Putra, M.Kes memberikan pujian terhadap UPNVY. Menurut dia, UPNVY sangat layak dan bisa disebut sebagai Kampus Sehat meski sejauh ini belum memiliki Fakultas Kesehatan. “Dalam hal ini UPNVY bisa jadi contoh yang baik,” pujinya.

Rizkiyana kemudian juga menegaskan bahwa untuk menjadi Kampus Sehat, perguruan tinggi tidak perlu harus memiliki nama besar. Pun demikian dengan bangunan yang luas dan mahasiswa yang banyak jumlahnya. Tapi bagaimana perilaku yang dilakukan oleh kampus tersebut dengan masyarakat di sekitarnya, tentu kaitannya dengan kesehatan.

Koorprodi Magister Manajemen Bencana (MMB) dan Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 UPNVY Dr Eko Teguh Paripurno MT memaparkan banyak program untuk menyambut UPNVY sebagai Kampus Sehat. Program itu ditujukan bagi internal maupun eksternal kampus.

Program internal seperti promosi kesehatan, pemantauan sivitas akademika, dan dukungan kebutuhan dasar mahasiswa. Sementara untuk program eksternal juga ada program bela negara dan promosi kesehatan. Kemudian ada dukungan kebutuhan dasar warga, riset mengenai Covid-19, dukungan pada desa mitra. Lalu ada juga KKN tematis Covid-19, dan beberapa program yang lain.

Dirjen Dikti Kemendikbud Prof Nizam mengatakan untuk dapat menjadikan SDM Indonesia yang unggul dapat dimulai dari mahasiswa yang sehat. Sementara untuk mewujudkan mahasiswa sehat dimulai dari kampus yang sehat. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan mampu mengangkat semangat hidup sehat kepada masyarakat luas, terutama di masa pandemi Covid-19.

Menteri Kesehatan (Menkes) Letjen TNI (Purn) Terawan Agus Putranto menegaskan peran kampus sebagai agen perubahan dan berkontribusi melalui berbagai inovasi dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit. Implementasi kampus sehat diperlukan untuk pembudayaan masyarakat hidup sehat atau germas di kampus.

Sementara itu, ada Dies Natalis ke-62 tahun ini UPNVY mengusung tema “Implementasi Nilai-nilai Bela Negara dalam Kampus Merdeka untuk memperkuat Ketahanan Nasional di Era Pandemi”. Dengan Tagline Harmony in Pandemic. Hal ini tidak lepas dari upaya untuk keluar dari dampak negatif pandemi yang telah menghancurkan sendi-sendi ekonomi dan kehidupan bangsa dan negara.

Dalam rangka peringatan Dies Natalis pada tanggal 15 Desember 2020 ini, UPN Jogja meluncurkan sejumlah acara, baik yang bersifat akademik maupun yang non akademik. Sejumlah agenda acara yang bersifat akdemik sudah mulai dilangsungkan sejak bulan Oktober yang lalu, berupa Webinar Series yang tersebar di berbagai Program Studi, Jurusan, maupun fakultas di lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta. (sce/kur/bah/hep/ila)

Pendidikan