RADAR JOGJA – Di tengah pandemi Covid-19 tidak menyurutkan produktivitas dan semangat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk mengadakan Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Abdimas 3 melalui Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY.

Kali ini, penyelenggaraan seminar dilakukan secara daring untuk pertama kalinya, Rabu 11 November 2020 besok. Dengan mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Pengembangan Teknologi Informasi dalam Pemberdayaan Masyarakat Pasca Covid-19”.

Acara yang diselenggarakan dengan Webinar ini menghadirkan beberapa pembicara utama. Diantaranya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim. Kemudian, Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia Letnan Jenderal (purn) Doni Monardo. Lalu, Direktur Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Agus Samsudin, MM dan, Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP, IPM.

Wakil Rektor Bidang Akademik UMY Dr. Sukamta, ST, MT, menyampaikan, secara umum UMY telah mengadakan tiga kali konferensi seminar pada tahun ini. Yakni konferensi seminar internasional untuk mengakomodasi hasil penelitian dalam acara ICOSI. Kemudian, konferensi seminar hasil penelitian skripsi mahasiswa dalam acara UMY Grace dan, konferensi seminar nasional pengabdian masyarakat.

”Setiap tahun seminar nasional  pengabdian masyarakat ini mengangkat tema yang berbeda karena menyesuaikan tema yang sedang dibicarakan. Khususnya, pada seminar nasional pengabdian masyarakat kali ini yang mengusung tema yang berkaitan dengan isu pandemi Covid-19, dan tema yang berkaitan dengan target universitas,” ujar Sukamta, saat ditemui di Kampus Terpadu UMY, Jalan Brawijaya, Kasihan, Bantul, Jogjakarta, Jumat (6/11).

Sukamta menuturkan, acara seminar nasional pengabdian masyarakat ini merupakan bentuk dukungan, apresiasi, dan dorongan kepada seluruh pengabdi untuk dapat menghasilkan luaran pengabdian masyarakat. Yang dapat didiskusikan pada acara seminar nasional pengabdian masyarakat dengan output publikasi ilmiah.

”Kami berkomitmen untuk mendukung, mengapresiasi, dan mendorong supaya kegiatan seminar ini dilaksanakan secara baik dan konsisten, dan rutin setiap tahunnya. Acara berlangsung secara online dan disiarkan live streaming di Youtube dan Instagram UMY,” ungkap Sukamta.

Kemudian, kata Sukamta, kegiatan ini merupakan agenda rutin untuk kegiatan seminar hasil pengabdian masyarakat. Sekaligus, memberikan kesempatan kepada seluruh pengabdi untuk bisa menghasilkan luaran yang memang dipersyaratkan. Yaitu artikel yang dipublikasikan prosiding nasional ber-ISBN, atau di jurnal nasional terakreditasi. Atau di jurnal nasional ISSN, dan mungkin sebagian yang bagus bisa dipublikasikan di jurnal internasional.

“Sehingga, harapannya seminar ini nantinya tidak hanya diikuti oleh  sivitas akademika UMY saja. Namun, diharapkan lebih banyak lagi peserta dari berbagai perguruan tinggi lainnya di Indonesia,” imbuh Sukamta.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Abdimas 3 Dr Adhianty Nurjanah, MSi, menegaskan, saat ini pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada Inovasi Teknologi dan Pengembangan Teknologi Informasi harus menjadi prioritas. Terutama di era disrupsi teknologi, dan di masa pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Persoalan rendahnya kompetensi SDM, minimnya kapasistas daya saing UMKM, belum optimalnya kemitraan pemerintah dan masyarakat, dan masih rendahnya pemanfaatan inovasi teknologi informasi, harus menjadi fokus perhatian program pengabdian masyarakat, terutama di era pandemi Covid-19,” terang Adhianty Nurjanah, di ruang LP3M UMY.

Adhiyanti Nurjanah menjelaskan, berdasarkan pada tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan isu riset strategis nasional, kegiatan pengabdian masyarakat sudah semestinya dapat dielaborasi secara kolaboratif oleh Perguruan Tinggi.

Sehingga, harapannya dapat memberikan jawaban solutif, informatif-teknologis, dan menghasilkan kebijakan alternatif dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

“Karena itulah, webinar Abdimas 3 ini kami selenggarakan. Dengan tujuan untuk menyajikan beragam capaian model pemberdayaan masyarakat, dan memetakan keberhasilan kreatif penyelesaian masalah berbasis inovasi teknologi, terutama di masa pandemi Covid-19. Dan, menghasilkan publikasi ilmiah maupun kebijakan alternatif bagi khalayak luas melalui prosiding dan jurnal ilmiah,” papar Dosen Ilmu Komunikasi UMY ini.

Menurut Adhianty Nurjanah, terdapat 491 pemakalah yang terkumpul dalam Webinar Seminar Nasional Abdimas 3. Mereka berasal dari beberapa daerah di Indonesia. Berasal dari Sabang sampai Merauke, yakni dari Kalimantan, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, DIJ, Nusa Tenggara Timur, dan Papua yang akan berpartisipasi dalam forum ilmiah hasil pengabdian masyarakat.

“Selain itu, kegiatan ini juga tidak menghilangkan esensi suasana DIJ selama berlangsungnya pelaksanaan kegiatan. Seminar ini tidak terlepas dari atmosfer Jogjakarta karena kegiatan ini seharusnya dilakukan secara offline. Karena pandemi Covid-19 maka harus dilakukan secara online, namun tidak mengubah esensi acara dan atmosfer Jogjakarta dengan menyuguhkan tampilan video khas Jogjakarta,” jelas Adhianty Nurjanah. (sce/bah/rg/ila)

Pendidikan