RADAR JOGJA – Politeknik Pembangunan Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) menjadi salah satu dari 16 unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian RI penyelenggara asesmen sertifikasi kompetensi penyuluh pertanian bagi tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL TBPP) Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bapeltan Provinsi Jawa Tengah, Soropadan pada 3 – 16 November 2020.

Adapun jumlah calon aparatur sipil negara pegawai pemerintah dengan perjanjian kotrak (ASN PPPK) sebanyak 817 orang penyuluh pertanian THL TBPP dan tenaga bantu lainnya dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Mengingat banyaknya peserta asesi, uji kompetensi dibagi menjadi tujuh gelombang asesmen. Demi patuhnya protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Nah, bagi peserta yang dinyatakan reaktif saat rapid test dan swab test-nya belum muncul, maka tetap diberi kesempatan untuk mengikuti uji kompetensi melalui daring dengan aplikasi Zoom. “Sertifikasi kompetensi diberikan melalui proses uji kompetensi yang sistematis dan objektif. Mengacu pada standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional, dan/atau standar khusus”, jelas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr .

Sedangkan Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman MP menuturkan, semua peserta uji kompetensi diharapkan bisa mencapai garis finish dengan baik. “Amanah bagi kita semua untuk mengantarkan teman-teman THL TBPP menjadi ASN PPPK,” ujarnya dalam pembukaan kegiatan sertifikasi kompetensi THL TB Jateng Gelombang pertama (3/11/2020).

Bila ada seorang yang tertinggal, menurut Rajiman, itu terlalu banyak. “Maka kita perlu bersama perjuangkan kesempatan emas ini untuk teman penyuluhan pertanian THL TBPP,” sambung Rajiman.

Rangkaian kegiatan sertifikasi kompetensi terdiri dari pra-asesmen dan asesmen.

Mahmudi, asesi asal Kabupaten Batang, mengaku sangat bahagia mendapat kesempatan berjuang menjadi ASN.  “Banyak dari kami yang dilihat dari umur sudah tua. Bahkan beberapa tahun lagi pensiun. Namun kami tetap semangat. Ini bukti kami mampu dan kompeten,” ujarnya saat pembukaan acara.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Dr Momon Rusmono turut mengapresiasi perjuangan para THL TBPP. Menurutnya,  perjalanan perjuangannya bersama penyuluh-penyuluh tersebut tidak sebentar. “Mungkin sudah sejak 10 tahun yang lalu, bapak, ibu, adikku sekalian jangan menyerah. Sudah dibukakan jalannya. Harapan saya semuanya dinyatakan kompeten,” tuturnya.(*/yog)

Pendidikan