RADAR JOGJA –  Laboratorium Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi mitra dalam ujian seleksi pengisian perangkat Desa Margorejo, Tempel, Sleman, Rabu (21/10). Seleksi bertempat di Griya Persada Kaliurang, Sleman.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 10 Tahun 2019, pengisian perangkat desa wajib bekerja sama dengan Perguruan Tinggi (PT) yang terakreditasi dan mempunyai kompetensi terkait materi ujian. Materi ujian meliputi ujian tertulis, tes psikologi, uji keterampilan, dan wawancara.

Koordinator Lab Ilmu Pendidikan (IP) UMY Sakir Ridho Wijaya mengatakan, keseluruhan materi ujian tersebut menjadi wewenang penguji. Meski demikian, pihak ketiga, dalam hal ini UMY, tidak berwenang untuk meloloskan peserta.

”Kami hanya menyerahkan hasil dan tidak mempunyai kewenangan untuk menentukan siapa yang lolos,” jelasnya.

Sebab, masih ada aspek penilaian lain yang menjadi wewenang pemerintah desa. Menurut Kepala Sie Pemerintahan Desa Margorejo Farhan Mei Ustadza terdapat penilaian pengalaman bekerja di Lembaga Desa dan lokalitas. “Masing-masing poinnya 10. Nanti akan dijumlahkan dengan hasil seleksi hari ini,” ungkapnya.

Farhan menambahkan, selain standar akreditasi, pihaknya memilih UMY sebagai mitra karena integritas PT tersebut.  ”Kami memilih UMY sebagai salah satu universitas yang memenuhi standar akreditasi dan integritasnya yang terpercaya,” sambungnya.

Kepala Jawatan Praja Kapanewon Tempel Suhariyanto menuturkan, seleksi diikuti 9 peserta dilaksanakan untuk mengisi jabatan dukuh di tiga padukuhan. Nantinya, hasil seleksi akan diserahkan kepada pihak kecamatan Tempel.  ”Nanti hasilnya diserahkan ke kecamatan, kemudian kami memberikan rekomendasi bahwa orang tersebut bisa diangkat menjadi perangkat desa,” jelasnya. (mo1/ila)

Pendidikan