RADAR JOGJA – Profesi guru dan menulis tidak bisa dipisahkan. Namun banyaknya peluang guru untuk menulis tak sebanding dengan banyaknya guru yang belum memanfaatkan peluang tersebut. Keluhan tidak bisa menulis masih menjadi momok bagi sebagian guru.

Untuk mengatasi hal tersebut, SD Islam Al Azhar Bantul berupaya membantu para guru dalam mengembangkan diri melalui workshop  menulis bertajuk ‘Menulis agar Makin Eksis’, Kamis (22/10).

Koordinator kegiatan Luthfi Puspita Dewi menjelaskan, secara umum ada beberapa kendala yang menyebabkan tingkat partisipasi menulis di kalangan guru rendah. 

Pertama, rendahnya minat membaca dan minat menulis. Aktivitas menulis tidak bisa dilepaskan dari aktivitas membaca. 

“Selama ini guru lebih banyak disibukkan dengan aktivitas mengajar di kelas sehingga kewajiban membaca untuk pengembangan dirinya menjadi tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Kedua, terbatasnya ketersediaan bahan bacaan yang bisa menjadi bahan tulisan. Ketiga, tidak adanya rasa percaya diri dan kurangnya pengalaman untuk menulis. 

“Nah, terakhir, guru yang tidak paham dengan bekal-bekal keilmuan untuk bisa terampil menulis. Ditambah rendahnya motivasi untuk menulis,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menambah wawasan, semangat dan memotivasi guru terhadap keterampilan menulis. 

“Bahwa menulis itu tidak sesulit yang dibayangkan oleh para guru,” ujarnya.

Menurutnya, pendidik yang terampil menulis tentang pendidikan dapat meningkatkan self marketing, kompetensi dan kecerdasan serta dapat memiliki nilai plus.

“Fungsi pendidik yang bisa menulis di antaranya sebagai amal soleh,  kontribusi suara, rest area, impact sosial, monumen diri, melatih skill berpikir, personal branding self-marketing, hingga mendapatkan materi uang dan karir,” bebernya. (sky/tif)

Pendidikan