RADAR JOGJA – Pemprov DIJ mendorong Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri di DIJ untuk menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BULD). Sekprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menilai selama ini SMK telah maju dan penghasilannya cukup baik dijadikan BLUD.

“Pendapatan sekolah menjadi formal dan ada regulasinya. Pemanfaatannya bisa kembali ke sekolah,” jelasnya, jumat (2/10).

Menurut Aji seluruh SMK negeri di DIJ memiliki kemampuan yang relatif sama. Perbedaan hanya pada kelengkapan sarana prasarana dan program studi. Contohnya SMK yang memiliki bidang spesifik seperti kelautan, jurusan dan muridnya tidak sebanyak SMK lain. Terkait SDM pengajar, jika ada kekurangan bisa ditutup dengan oleh tenaga guru bantu.

“Tenaga guru bantu bisa menggantikan PNS karena penambahan PNS memang terbatas,” ujar mantan Kepala Disdikpora DIJ ini.

Disebutkan, dari total 49 SMK negeri di DIJ, baru enam sekolah yang telah menjadi BLUD. Yakni SMK N 6 Kota Jogja, SMK N 3 Wonosari, SMK N 1 Sewon. Ditargetkan sebagian besar SMK negeri di DIJ telah menjadi BLUD pada 2021.

Salah satu penggagas SMK negeri menjadi BLUD Bambang Wisnu Handoyo menegaskan BLUD harus punya target. Di antaranya menjadi pilihan pertama bagi masyarakat.

“SMK berstatus BLUD seharusnya menjadi penyangga kesiapan masalah lapangan kerja yang memadai, serta membuka peluang ketersediaan lapangan kerja yang lebih baik fleksibilitasnya, sebagaimana mengelola sebuah sekolah dengan kategori maju,” ujarnya. (sky)

Pendidikan