RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga para peserta CPNS diminta untuk melakukan tes SKB di wilayahnya masing-masing. Untuk itu, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) ditunjuk menjadi salah satu PTN yang ada di DIY yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS.

Pelaksanaan tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, di Kampus 2 UPNVY, Jalan Babarsari No.2, Tambak Bayan, Janti, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta,  Selasa (29/9).

Rektor UPNVY Dr Mohamad Irhas Effendi MSi mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

“Seperti kita ketahui, proses penerimaan CPNS ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Proses seleksi ini ada tiga, yakni seleksi administratif, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan SKB. Nah, hari ini adalah proses SKB,” ujar Irhas Effendi.

Irhas Effendi menuturkan, UPNVY diminta oleh Kemdikbud untuk ikut membantu menyelenggarakan SKB. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir. “Jadi kami membantu Kemdikbud, dari pusat ke DIY kemudian dari DIY disebar ke PTN-PTN yang ada di DIY. Dari total 200 peserta SKB di DIY, kami di UPNVY mendapat jatah sebanyak 48 peserta. Tetapi ada satu peserta yang digeser ke Gorontalo. Jadi di sini ada 47 peserta yang mengikuti SKB,” imbuh Irhas Effendi.

Pada prinsipnya, lanjut Irhas Effendi, SKB tersebut ditujukan untuk melihat apakah seorang calon itu memenuhi standar sebagai PNS. Kompetensi bidang ini bertujuan menyeleksi peserta yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.

“Nah, kami juga menetapkan kriteria-kriteria untuk UPNVY. Kriteria apa sebenarnya yang kami butuhkan. Seperti, harus memiliki jiwa atau nilai bela negara, cinta tanah air, dan sebagainya. Di situlah mungkin bisa menjadi ruang untuk alumni, karena para alumni kan secara otomatis sudah tertanamkan jiwa bela negaranya dari sejak kuliah, dan lebih paham mengenai apa yang dibutuhkan atau apa yang relevan untuk UPNVY,” papar Irhas Effendi.

Terpisah, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan UPNVY Dr Susanta MSi selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS menyampaikan, tes SKB merupakan seleksi kemampuan bidang yang menjadi satu rangkaian seleksi penerimaan CPNS. “Kebetulan untuk dosen ada tes wawancara dan microteaching,” imbuh Susanta.

Dilanjutkan, SKB tersebut merupakan kegiatan kementerian. Karena pandemi sehingga pelamar yang dari Yogyakarta, meskipun mereka melamar di tempat lain dapat difasilitasi di UPNVY. Yakni, untuk mengurangi penyebaran angka penularan Covid-19. “Sehingga mobikitas dan interaksi orang itu bisa dibatasi dan kita bisa mencegah dan mengurangi kemungkinan penularan dan penyebaran Covid-19,” kata Susanta.

Terkait protokol kesehatan, pihaknya juga telah mempersiapkannya dengan maksimal. Seperti, mencuci tangan, cek suhu badan, penggunaan masker, face shield, jaga jarak, dan tidak boleh melepas masker saat pelaksanaan tes. “Ada arahan juga dari dokter poliklinik UPNVY. Ruangan juga sudah kami sterilkan sebelumnya, sehingga ketika peserta masuk itu sudah steril. Nanti setelah selesai kami sterilkan lagi. Jika ada peserta yang batuk dan suhu badannya di atas 37,3 derajat Celcius, kami sudah menyiapkan ruangan cadangan khusus dengan pengawas ber-APD lengkap. Tapi kami bersyukur tidak ada peserta yang menunjukkan gejala Covid-19,” ungkap Susanta.

Setelah proses seleksi selesai, para peserta akan mempunyai nilai SKD, nilai wawancara, nilai microteaching, dan juga nilai SKB. Nilai-nilai tersebut kemudian akan diakumulasikan dengan formula yang sudah dibuat oleh tim seleksi kementerian dan akan diumumkan peserta yang terbaik yang akan diterima.

Untuk UPNVY yang memiliki jati diri Bela Negara, Susanta menyebutkan, sebenarnya di materi tes SKD dari aspek kognisi sudah terkandung pemahaman nilai-nilai bela negara di dalamnya. “Ketika lolos SKD berarti paling tidak secara kognitif pemahaman bela negaranya sudah kompeten. Kemudian, ketika kami menyelenggarakan wawancara kami melihat dari aspek kebangsaan, dan cinta tanah air. Karena ada pertanyaan yang dibuat oleh pusat meskipun kami tidak bisa mengubah pertanyaan itu tetapi tetap relevan dengan nilai bela negara,” kata dia.

Pertanyaan tersebut seperti terkait terorisme, radikalisme, rasialisme, komunisme, dan intoleransi. Sekaligus menguji sejauh mana pemahaman peserta tentang lima dasar bela negara yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, yakin Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban, dan memiliki kemampuan awal bela negara secara psikis (kompetensi) dan fisik (kesehatan). “Kami melihat pemahaman dia dari unity kami. Kemudian nanti pembentukkannya ketika dia sudah diterima atau masuk di UPNVY. Akan dilatih, kedisiplinan, ketaatan kepada aturan, pemahaman akan bela negara, dan seterusnya,” papar Susanta.

Dikatakan, untuk di UPNVY sebenarnya ada tujuh formasi dosen. Namun, ada satu formasi yang kosong karena tidak ada peserta yang lolos. Kemudian ada satu formasi yang sebenarnya lolos SKD tetapi menyatakan tidak bisa melanjutkan. “Sehingga, di UPNVY hanya ada lima formasi dosen saja,” ujarnya.

Kabag Kepegawaian UPNVY Sukisman SIP MM selaku Sekretaris Panitia Seleksi CPNS mengatakan formasi PTN tahun ini seluruhnya adalah dosen. “Termasuk 47 peserta yang tes di UPNVY ini adalah formasi dosen,” katanya

Sebanyak 47 peserta tersebut terdiri dari S2 dan S3. S2 untuk formasi asisten ahli dan S3 untuk formasi lektor. “Yang lektor itu pelamar S3, formasinya nanti langsung diangkat dosen dengan jabatan lektor. Kalau yang S2 itu asisten ahli, begitu lolos nanti diformasi dosen langsung diberikan jabatan asisten ahli,” imbuh Sukisman.

Pelaksanaan tes dilakukan di empat ruangan laboratorium. “Sebenarnya ada 48 peserta, tetapi karena satu peserta itu ada di Gorontalo, kebetulan dari sana tidak ada penerbangan untuk ke sini. Untuk itu oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dari Kemdikbud dipindahkan di PTN Gorontalo untuk lokasi tesnya,” ujar Sukisman.

Diungkapkan, peserta yang mengikuti tes CPNS di UPNVY rata-rata alamatnya berada di DIY. “Kalau ada yang dari Jawa Tengah mungkin hanya Klaten, dan Magelang. Dan tidak mesti melamar untuk UPNVY, kalau tidak salah ada empat peserta pelamar untuk UPNVY dan tes di sini. Selebihnya, hanya mengambil tempat tes di UPNVY dan melamar di tempat lain,” tandas Sukisman. (sce/cr1/laz/ila)

Pendidikan