RADAR JOGJA – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) mengajukan akreditasi program studi (prodi) barunya. Salah satunya, Prodi Sistem Informasi, Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Industri (FTI). Akreditasi dilakukan untuk lebih menjamin tingkat kelayakan dari prodi tersebut dan meningkatkan kompetensi lulusan Sistem Informasi.

Kali ini, asesmen lapangan dilakukan secara online oleh para asesor. Dalam hal ini, visitasi Prodi Sistem Informasi FTI UPNVY dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Secara Daring, Jumat (25/9) dan Sabtu (26/9).

Kepala Pusat Penjaminan Mutu Eksternal (PME) Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UPNVY Dr Puji Lestari MSi menyampaikan, akreditasi sebagai salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran dari input, proses, output, dan outcome serta dampaknya bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. LP3M selalu mendampingi semua prodi yang mengajukan akreditasi,” terang Puji.

Puji Lestari menyebutkan, pendampingan tersebut dilakukan sejak mulai pembuatan borang, pengunggahan borang ke Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO), hingga memantau sampai SK akreditasi¬† terbit. “Itu saya pantau, apakah borang yang diajukan sudah dinilai, apakah sudah siap divisitasi,” sebut Puji, saat bersama tim LP3M lainnya Kepala Pusat Pengembangan Sistem Pembelajaran LP3M UPNVY Oliver Samuel Simanjuntak ST MEng.

Kemudian, asesmen lapangan untuk konfirmasi adanya semua bukti “Jadi asesor itu sudah melakukan asesmen kecukupan tentang borang¬† yang sudah disetorkan di sistem tersebut,” jelas Puji yang juga sebagai Asesor BAN-PT.

Sementara, Koorprodi Sistem Informasi FTI UPNVY Dr Herlina Jayadianti MT mengungkapkan, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan akreditasi itu dengan maksimal. Yakni, untuk hasil yang terbaik bagi Prodi Sistem Informasi UPNVY. “Kami masukkan pada Januari lalu tetapi karena pandemi, jadi asesmen lapangan dilakukannya baru bisa sekarang secara daring,” kata Lina.

Dijelaskan pihaknya sudah melakukan yang terbaik. “Pasti kan semuanya ingin yang terbaik, tapi kalau misalnya pun tidak mencapai nilai itu berarti bagi kami para tim akan terus melakukan perbaikan,” sebut Lina.

Dikatakan Herlina, baginya dan tim ketika akreditasi yang diinginkan itu berhasil dicapai, berarti ada sesuatu yang didapat. Tetapi, ketika gagal tetap ada hal atau ilmu yang dipelajari juga. “Jadi gagal maupun berhasil tetap ada proses belajar di situ. Ini sudah kami selesaikan, sudah kami laporkan apa adanya. Kami hanya tinggal menunggu hasilnya,” papar Lina.

Herlina menyebutkan, pihaknya masih mengacu pada tujuh standar borang aktreditasi. Di antaranya standar 1: visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian, standar 2: tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu, standar 3: kemahasiswaaan dan lulusan, standar 4: sumber daya manusia, standar 5: kurikulum pembelajaran, dan suasana akademik, standar 6: pembiayaan, prasarana, sarana, dan sistem informasi, standar 7: penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama.

Pendiri dan Koorprodi pertama (2017-2020) Sistem Informasi FTI UPNVY Herry Sofyan ST MKom mengatakan, Prodi Sistem Informasi UPNVY dibentuk pada 2017. “Ini tahun keempat. Ketika didirikan otomatis akreditasinya adalah C. Ini kami akreditasi untuk menaikkan grade-nya. Mudah-mudahan ini bisa berubah menjadi lebih baik,” sambung Herry.

Diungkapkan Herry Sofyan, daya tampung di tahun pertama ada 40 mahasiswa. “Kemudian kami naikkan menjadi 80. Nanti ke depan ditambah menjadi 120, tetapi juga melihat rasio kecukupan dosen,”kata Herry.

Untuk mencapai akreditasi lebih baik, pihaknya mencoba untuk memenuhi setiap butir yang ada di borang. Seperti, kualitas SDM baik mahasiswa, dosen, maupun tendik, proses pembelajaran, sarana dan prasarana, dan sebagainya. “Saya sangat optimistis karena kami sudah berusaha dan mencoba mengikuti apa yang ada. Data juga sudah kami sajikan semaksimal mungkin dan dari hasil diskusi, kami berharap dapat meningkatkan peringkat” ucap Herry.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik Industri (FTI) UPNVY Ir Mahreni MT PhD menuturkan, Prodi Sistem Informasi UPNVY merupakan prodi baru yang belum meluluskan mahasiswa. “Dan, ini adalah akreditasi yang pertama yang dilakukan. Kami berharap semoga hasil akreditasinya meningkat dari akreditasi minimal yang diberikan saat pengajuan prodi baru. Semoga, nanti akan lebih baik lagi kedepannya dan memberikan sumbangsih kepada Indonesia ini dengan kompetensi dari lulusan-lulusan yang dipunyai oleh sarjana Sistem Informasi FTI UPNVY,” harap Reni.

Mahreni menyebutkan, ada beberapa hal yang harus ditingkatkan yaitu harus lebih fokus kepada keilmuan sistem informasi. Sehingga bisa membedakan kompetensi yang berbeda antara Sistem Informasi dan Teknik Informatika. “Selain itu, juga harus terus meningkatkan kemampuan dan keahlian dari SDM pengajar, mahasiswa, dan seterusnya,” ungkap Reni.

Asesor BAN-PT dari Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Muhammad Zarlis MSc mengungkapkan, secara keseluruhan Prodi Sistem Informasi UPNVY sudah baik. “Sebenarnya prodi ini sudah baik tetapi perlu ada beberapa perbaikan. Salah satunya untuk terus dilakukan pemfokusan visi misi. Yakni, lebih harus mengarah kepada pengembangan dan perkembangan pada keilmuan sistem informasi,” ujar Zarlis.

Dia berharap, dengan adanya asesmen tersebut dapat memberikan dampak yang baik bagi Prodi Sistem Informasi. Yang sesuai dengan harapan BAN-PT yaitu meningkatkan kualitas prodi, fakultas, dan juga institusi.

Hal serupa juga dikatakan oleh Asesor BAN-PT dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr Ir Gusti Ayu Putri Saptawati S MComm. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama dari pihak UPNVY, khususnya tim dari Prodi Sistem Informasi karena sudah sangat responsif sehingga bisa membantu kami pada saat asesmen. Mudah-mudahan kami bisa segera ada kesempatan untuk bertemu secara tatap muka,” ungkap Wakil Rektor ITB ini. (sce/cr1/bah/ila)

Pendidikan