RADAR JOGJA –  Jumat (25/9) menjadi hari terakhir Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKK-BN) 2020 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY). Acara ini dihadiri Rektor UPNVY Dr Drs Mohamad Irhas Effendi MSi, Dirjen Dikti Kemdikbud Prof Ir Nizam MSc DIC PhD, dan dari Dirjen Pothan Kemhan Prof Dr Ir Bondan Tiara Sofyan MSi.

Pada kegiatan PKK-BN yang dilaksanakan secara daring tersebut, Irhas Effendi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pintu awal pengenalan bela negara bagi mahasiswa baru (maba). Nantinya, bela negara ini akan diimplementasikan salah satunya melalui Pendidikan Kewarganegaraan. “Setelah kami terima, mereka memulai dengan PKK-BN (untuk) penanaman pemahaman nilai-nilai bela negara,” ujarnya.
Profesor Bondan menambahkan, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk bela negara sesuai undang-undang yang berlaku.
Untuk itu, pendidikan kewarganegaraan yang dilaksanakan melalui Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) ini merupakan pendidikan kewarganegaraan bagi seluruh warga negara.

Dia juga menegaskan, PKBN yang dimaksud bukanlah pendidikan militer. Namun pendidikan kewarganegaraan.
Pentingnya bela negara juga disampaikan Prof Nizam. Menurutnya, menghadapi perubahan yang serba cepat ini, dibutuhkan semangat bela negara sebagai kekuatan suatu bangsa agar tetap bertahan di era baru ini. “Transformasi ini membutuhkan soliditas kita sebagai bangsa. Semangat bela negara dalam arti yang sangat luas sangat perlu kita lakukan,” ungkapnya.

Selain penyampaian pentingnya bela negara bagi mahasiswa, PKK-BN 2020 juga menggelar talkshow bersama tokoh milenial. Mengangkat tema “Kiat Menghadapi Pendidikan Tinggi dan Segala Tantangan Lainnya”. Menghadirkan Andri Rizki Putra, pendiri sekaligus ketua Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPBA). Andri juga mahasiswa penerima beasiswa LPDP yang melanjutkan studinya di Boston University. Acara PKK-BN 2020 ini ditutup dengan konser Letto yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube UPNVY. (sce/mg1/din/ila)

Pendidikan