RADAR JOGJA – Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKK-BN) 2020 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) secara daring memasuki hari kedua. PKK-BN online dilakukan langsung oleh pihak fakultas dengan konsep yang berbeda-beda.

Salah satunya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPNVY. Mengusung tema Ospek Milenial FEB: Young Millennial Economic yang dilakukan secara daring. Dikemas dengan talkshow menarik nuansa milenial bersama Dekan dan Wakil Dekan FEB UPNVY.

Dalam talkshow tersebut, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UPNVY Dr Drs Sujatmika MSi mengatakan, UPNVY merupakan kampus bela negara yang menjunjung tinggi nilai kebhinekaan. “Bahkan, Rektor UPNVY pernah mendapatkan penghargaan tentang bela negara. Tetapi, perlu diingat bela negara ini bukan militer,” kata Sujatmika, Selasa (22/9).

Selain menjunjung rasa bela negara, di bidang akademik UPNVY khususnya FEB banyak meluluskan mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi. Mereka kebanyakan lulus cepat, rata-rata 3,5 tahun sudah lulus. “Tidak sedikit juga mahasiswa FEB yang IPK-nya tinggi. IPK tertinggi yang memegang dari FEB kalau tidak salah 3,98,” ungkap Sujatmika.

Dia berpesan, kepada para mahasiswa khususnya mahasiswa baru (maba) FEB UPNVY untuk senantiasa menyeimbangkan antara prestasi akademik dan non akademik. Terlebih, dengan menjunjung tinggi rasa bela negara sesuai jati diri UPNVY.

Sementara, Dekan Fakultas Teknik Industri (FTI) UPNVY Ir Mahreni MT PhD mengatakan, pihaknya menyambut dengan senang dan gembira para maba FTI UPNVY. “Selamat datang kepada para maba, para intelektual muda generasi penerus cita-cita bangsa di UPNVY, kampus bela negara,” sambut Mahreni.

Mahreni mengatakan, maba yang tergabung dengan FTI UPNVY sebanyak 660 mahasiswa yang tersebar di enam program studi. Dia berpesan, selama menjalani masa kuliah para maba FTI akan belajar dengan para dosen yang sangat berkompeten di bidangnya masing-masing. “Dengan begitu, diharapkan para maba FTI mampu menjadi mahasiswa yang memiliki karakter yang unggul,” lanjut Mahreni.

Karakter unggul yang dimaksudkan, yakni jujur, beriman, beretika, berjiwa pejuang yang tangguh, pantang menyerah dalam mengejar cita-cita, dan tawakal serta memiliki jiwa kompetitif untuk berjuang menjadi yang terdepan. Dilanjutkan, dengan adanya karakter unggul tersebut harapannya dapat melahirkan mahasiswa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Namun tetap mengacu pada norma-norma yang berlaku di UPNVY, khususnya di FTI. “Dengan membangun rasa kekeluargaan dengan semua civitas akademika di UPNVY dan FTI,” sambung Mahreni.

Selain itu, dapat menjadikan mahasiswa amanah. Yakni, dipercaya oleh dosen, orang tua, teman, dan juga masyarakat. Kemudian, mempunyai karakter sopan, santun, dan hormat. “Ini tak kalah penting dari penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Senantiasa, selalu menebar senyuman dan kasih sayang di manapun berada. Hormat di sini bukan berarti takut,” lanjut Mahreni.

Dilanjutkan, mahasiswa juga diharapkan memiliki iman yang kuat, yaitu menjunjung tinggi nilai-nilai keimanan. Memiliki sifat adil, itu menjadi kesepakatan baik di lingkungan UPNVY, Fakultas, maupun ormawa dengan tidak membeda-bedakan ras dan etnis.  “Pun, menjunjung tinggi rasa kemanusiaan. Jadilah manusia yang humanis, tidak egois, sehingga dapat menjadi mahasiswa yang disegani di masyarakat,” imbuh Mahreni.

Mahreni menyebutkan, visi UPNVY yaitu menjadi fakultas pioner pembangunan dalam bidang teknologi industri, yang berlandaskan jiwa bela negara di era global. Sedang, misi dari FTI UPNVY, yaitu mewujudkan institusi pendidikan yang menjadi bagian dari sistem bela negara yang berlandaskan Widya Mwat Yasa.

Terpisah, PKK-BN UPNVY juga dilakukan di Fakultas Teknologi Mineral (FTM). Yang diikuti oleh 568 maba yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia melalui daring. Dekan Fakultas Teknologi Mineral (FTM) UPNVY Dr Ir Sutarto MT berharap, keberagaman suku, ras, etnis dari masing-masing wilayah tersebut dapat menambah nuansa NKRI di UPNVY.  “Semoga hal tersebut dapat menjadi simbol perekat NKRI di UPNVY terutama di FTM ini,” kata Sutarto dengan penuh semangat.

Tak lupa dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Sutarto juga mengingatkan kepada mahasiswanya untuk senantiasa berjejaring dengan prodi lain. Bahkan, mahasiswa juga mengharapkan atau mengimbau mahasiswa untuk belajar di luar kampus, sesuai dengan kebijakan Mendikbud. “Saya berharap, para mahasiswa khususnya maba FTM dapat aktif di kampus. Seperti mengikuti organisasi-organisasi kemahasiswaan. Karena ilmu tidak hanya di dapat dari bangku perkuliahan saja, tetapi ilmu di luar itu juga bisa menambah wawasan,” pesan Sutarto.

Sementara, President Office Management PT Aneka Tambang Tbk Hashari menyebutkan, menjadi mahasiswa di FTM harus memiliki softskill dan hardskill.  “Harus mampu meng-eksplore diri untuk menghadapi tantangan dunia industri,” ungkap Hashari.

Dikatakan, mahasiswa teknik itu harus menguasai software. “Misalnya sebagai geologis, juga harus mampu menguasai software agar tidak kalah dengan ilmu komputer, tidak hanya Geologi tetapi untuk semua prodi juga. Softskill tersebut bisa didapatkan tidak hanya di dalam kampus tetapi juga bisa di dapat dari luar kampus,” lanjut Sutarto. (sce/cr1/pra/rg/ila)

Pendidikan