RADAR JOGJA – Sebagai kampus bela negara, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) melakukan masa orientasi mahasiswa baru (maba) dengan nama “Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara” (PKK-BN). Dilakukan secara daring. UPNVY akan menggelar PKK-BN tahun akademik 2020/2021 selama lima hari, dari 21 sampai 25 September 2020. Kegiatan PKK-BN ini wajib dilakukan oleh mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 dan mahasiswa yang belum ikut PKK-BN  tahun sebelumnya.

Mengusung tema “New Normal, New Challenge, New Creativities”, pelaksanaan PKK-BN  telah berhasil membangun  tiga aplikasi berbasis web, android, dan iOS. Maba mengikuti kegiatan di rumah masing-masing dengan mengakses student.pkk-bn.upnyk.ac.id dan mengunduh “PKK-BN UPN” di aplikasi Play Store bagi mahasiswa yang menggunakan Android  dan di App Store bagi mahasiswa yang menggunakan iOS.

Rektor UPNVY Mohamad Irhas Effendi mengucapkan selamat kepada maba yang telah berhasil melewati seleksi ketat untuk bisa diterima di UPNVY melalui berbagai jalur. PKK-BN merupakan upaya penyambutan dan pembekalan maba UPNVY sebelum memulai perkuliahan. Dilakukan secara daring dalam rangka pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19 sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Hari ini merupakan pembukaan resmi PKK-BN bagi para maba UPNVY. Yang diterima ada 3.780 mahasiswa,” ujar Irhas Effendi di Kampus UPNVY, Jalan Padjajaran, Condongcatur, Sleman, DIJ, Senin (21/9).

Irhas Effendi menyebutkan, pihaknya telah menerima maba UPNVY secara resmi dalam Sidang Terbuka Senat Universitas dalam rangka penerimaan maba tahun akademik 2020/2021. Penerimaan secara resmi tersebut dilakukan secara blended. Yakni, ada sebagaian mahasiswa di ruangan senat. Kemudian, sebagian lagi di rumah.

“Yang berada di tempat itu adalah maba yang berasal dari Jogja saja, yakni perwakilan dari seluruh program studi. Dan, senatnya juga kami batasi, hanya Ketua dan Sekretaris Senat, kemudian Rektor, Wakil Rektor, serta para Dekan,” ungkap Irhas Effendi.

Pelaksanaan penerimaan maba ini dilakukan secara blended karena hal tersebut diyakini merupakan pilihan yang tetap dan memungkinkan saat pandemi Covid-19 ini. Materi pembelajaran yang disajikan dalam acara PKK-BN secara daring bermacam-macam, mulai dari tokoh alumni, sejarah UPNVY, parade unit kegiatan kemahasiswaan, dan program kreativitas mahasiswa. Seluruh materi telah disiapkan dalam video streaming ataupun on demand. Hal ini untuk mengurangi penggunaan kuota saat kegiatan daring dimulai. Penyelenggaraan tahun ini  lebih pada upaya memperkenalkan simulasi perkuliahan secara daring. Dengan demikian para maba dapat mempersiapkan diri secara matang untuk menjalani kegiatan belajar secara daring.

“Artinya tetap harus jaga jarak, bermasker, dan tentu kami mengikuti juga arahan dari Kemdikbud bahwa perkuliahan untuk semester ini diharapkan dilakukan secara daring dulu. Kecuali hal-hal yang tidak bisa dilaksanakan secara daring seperti praktikum, dan lain-lain,” terang Irhas Effendi.

Untuk itu, pihaknya juga akan menyiapkan panduan terkait pembelajaran secara daring di masa pandemi Covid-19 ini. Agar perkuliahan tetap terkontrol dengan baik. “Kami juga sedang menyiapkan rancangan tetapi belum fix untuk pembelajaran saat pandemi Covid-19. Yakni, blended learning,” sambung Irhas Effendi.

Dia mencontohkan, misalnya dalam satu kelas ada 40 mahasiswa maka 10 mahasiswa berada di dalam kelas. Kemudian, 30 lainnya dilakukan secara daring di rumah atau indekos masing-masing mahasiswa. Itu dilakukan secara bergantian tiap minggunya. “Jadi, dosen tetap mengajar, bisa diikuti oleh mahasiswa di kelas tetapi juga bisa diikuti oleh mahasiswa yang ada di kos,” jelas Irhas Effendi.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Irhas Effendi menuturkan harus berkoordinasi dahulu dengan perguruan tinggi lain, tim gugus tugas penanganan Covid-19 UPNVY, dan juga pemerintah daerah. “Perlu koordinasi juga dengan Pemda karena kami ingin melaksanakan sistem blended tetapi mahasiswa dari luar daerah juga harus diterima di DIJ, barulah sistem tersebut bisa berjalan,” imbuh Irhas Effendi.

Meskipun sudah dirancang dan dibahas, UPNVY untuk semester ini masih akan menggunakan sistem daring, sesuai dengan arahan dari Kemdikbud. Menyikapi hal itu, UPNVY akan memberikan bantuan kepada seluruh mahasiswa termasuk para maba UPNVY berupa kuota sebesar 50GB. Dengan rincian kuota umum sebesar 5 GB dan kuota belajar 45 GB. “Pengalaman dari semester kemarin saat perkuliahan daring, baik dosen maupun mahasiswa terkendala di kuota internet. Untuk itu, kami sudah pastikan untuk pelaksanaan semester ini akan kami bantu kuota sebesar 50GB perbulan,” ucap Irhas Effendi.

Pada prinsipnya, Irhas Effendi ingin mengupayakan dosen dan mahasiswa harus aman dalam melakukan pembelajaran secara daring. Sehingga, dukungan kuota internet sangat penting.  “Kami sudah diskusikan dengan jajaran di bawah kami, yakni sebelum perkuliahan dimulai, semua harus sudah ter-inject paket data perbulan 50GB,” tegas Irhas Effendi.

Saat ini, per Jumat (11/9) data nomor mahasiswa yang sudah masuk ke database sebanyak 7.900 mahasiswa. “Mahasiswa harus memberikan nomor handphone yang akan diisi kuota. Kemudian, data tersebut akan disampaikan ke Kemdikbud, nah nanti pihak provider yang akan mengisikan kuota tersebut. Semua dapat kuota termasuk maba,” papar Irhas Effendi.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberikan banyak hikmah pelajaran. Seperti pembelajaran berbasis teknologi secara daring yang mau tidak mau harus diadaptasikan dan dikembangkan. Kondisi ini diharapkan memicu kreativitas dan inovasi semua pihak. Diingatkan, mahasiswa haruslah menjadi agen perubahan dan penggerak di masyarakat.

Menurut dia, paradigma pendidikan seharusnya berdasarkan kemerdekaan dan kemandirian pembelajar. Kemdikbud melalui kebijakan merdeka belajar kampus merdeka, ingin memerdekakan unit pendidikan untuk meningkatkan fleksibilitas, inovasi, dan transformasi kurikulum. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan keunggulan kompetensi mahasiswa untuk memberikan solusi atas permasalahan riil di masyarakat. “Kampus merdeka mendorong mahasiswa menjadi pembelajar sepanjang hayat, dan menggali bakat sesuai minat,” tutur Nadiem Makarim.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika UPNVY atas dukungan dan kerja samanya selama ini, dalam menggerakkan dan memberdayakan masyarakat Kabupaten Sleman melalui berbagai program pengabdiannya.

“Maba harus segera beradaptasi dengan lingkungan keluarga besar UPNVY, kembangkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diperoleh dengan semangat kreativitas dan inovasi, agar bisa memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat dan pembangunan negara,” pesan Sri Purnomo. (sce/cr1/pra/rg/ila)

Pendidikan