RADAR JOGJA – Persoalan pribadi seorang A. J. Liem Sioe Siet, yang sadar akan pentingnya nilai kemanusiaan menjadi gagasan awal terbentuknya UAJY. Itu terungkap dalam bincang-bincang dalam memperingati Dies Natalis ke-55 UAJY.

Kali ini Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) melaksanakan bincang-bincang dengan judul “Menapaki Perjalanan UAJY dalam Harmoni dan Keberagaman” yang digelar melalui live streaming dari kanal Youtube UAJY, Rabu (9/9).

Bincang-bincang ini menghadirkan pendiri UAJY, A. J. Liem Sioe Siet dan tokoh senior yang juga dosen Fakultas Teknik UAJY Ir A. Koesmargono, MCM, PhD sebagai pembicara. Acara ini dimoderatori oleh Drs Ign Agus Putranto, MSi. Selama kurang lebih 90 menit, para pembicara kembali mengingat bagaimana sejarah dan nilai-nilai yang dipegang teguh UAJY sampai hari ini.

Sebagai pembicara utama A. J. Liem Sioe Siet mengisahkan, sempat menempuh pendidikan di negeri Belanda. Dia kemudian pulang dan ikut berperan serta menguatkan pondasi pendidikan di Indonesia. Dia memiliki tujuan untuk membantu orang lain agar menjadi pribadi yang memanusiakan manusia lainnya. Menurut dia, pendidikan tak cukup hanya dari aspek kognitif. Pendidikan juga harus dibekali oleh asas kemanusiaan sehingga dapat menciptakan lingkungan yang inklusif.

“Kalau boleh saya mengatakan, menanamkan nilai-nilai itu di dalam seluruh komunitas Atma Jaya. Para dosen, pengajar, professor, semua karyawan. Dari administrasi sampai penjaga sampai parkir itu harus dipegang teguh,” ujar Liem pada saat memberikan pernyataan di acara Bincang-Bincang Dies Natalis UAJY ke 55 tahun.

Tak hanya Liem yang memperjuangkan nilai kemanusiaan melalui pendidikan, Ir A. Koemargono, MCM, PhD pun berjuang di jalur yang sama. Baginya, UAJY ada untuk menerima berbagai keberagaman. Menurut dia, universitas ini didirikan bukan untuk menerima satu golongan saja. “Humanisme dijalankan untuk menerima perbedaan,” ungkap Koesmargono.

Di usia yang sudah menginjak 55 tahun ini, mereka berharap ke depan UAJY dapat memiliki sistem sehingga lebih mengedepankan kualitas. Selain itu, aturan-aturan organisasi juga diharapkan bisa dijalankan secara murni agar universitas ini dapat dikembangkan secara professional. (*/mg1/pra/ila)

Pendidikan