RADAR JOGJA – Meningkatkan kesejahteraan hewan pada saat disembelih dan keamanan petugas, tim dosen Fakultas Peternakan (Fapet) UGM yang diketuai oleh Ir Panjono, SPt, MP, PhD, IPM, ASEAN.Eng mengembangkan prototype portable restraining box (alat perebah sapi portabel) yang diberi nama Gama Abilawa. Alat yang terbuat dari besi/baja pipa iniberupa kandang jepit berbentuk persegi panjang dilengkapi dengan roda sehingga dapat dipindah-pindahkan dengan mudah.

Panjono menjelaskan, selama ini, restraining box hanya digunakan di RPH. Belum banyak penyelenggara penyembelihan hewan kurban yang mempunyai restraining box karena tidak melakukan pemotongan sepanjang tahun sehingga penggunaannya menjadi tidak efisien.

”Tanpa restraining box, perebahan sapi sering dilakukan tanpa metode yang benar dan bahkan cenderung kasar sehingga menyebabkan sapi mengamuk. Sapi yang mengamuk akan sulit dikendalikan dan dapat melukai petugasmaupun orang-orang yang berada di sekitar area penyembelihan,” jelasnya, Jumat (28/8).

Panjono mengatakan, portable restraining box diharapkan menjadi terobosan inovatif dan produktif untuk membantu pihak-pihak yang tidak menyelenggarakan penyembelihan sepanjang tahun, misalnya panitia kurban. Alat ini dapat mengurangi perlakuan kurang manusiawi terhadap sapi sebelum disembelih. Sapi yang akan disembelih digiring masuk dengan tenang ke dalam kotak tanpa menyebabkan stres. Ketika sapi telah masuk ke dalam kotak, pintu ditutup kemudian kotak diputarsecara manualsehingga posisi sapi sesuai dengan posisi penyembelihan. Selanjutnya, sapi siap disembelih. Dengan alat ini, proses perebahan sapi dapat dilakukan dengan cepat, yaitu tidak lebih dari 3 menit.

Panjono optimistis alat ini akan mampu menjadi solusi bagi masjid-masjid atau lembaga lain yang menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban. Diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan restraining box juga meningkat sehingga kesejahteraan hewan kurban  dan keamanan petugas terjaga dengan baik.

Pada Idul Adha tahun ini, portable restraining box telah diperkenalkan penggunaannya di Masjid Al Islaah dan warga masyarakat di Kampung Nitikan, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja. Penerimaan petugas dan takmir masjid terhadap alat ini pada umumnya sudah baik.

Dari hasil uji coba tersebut, Panjono beserta timnya akan terus melakukan penyempurnaan terhadap Gama Abilawa. Termasuk mengajukan hak paten dan menyosialisasikan penggunaannya kepada penyelenggara penyembelihan hewan kurban lainnya. (sce/ila)

Pendidikan