RADAR JOGJA – STIKES Notokusumo baru saja melaksanakan upacara wisuda ke-28 di Hotel Sahid Raya Babarsari, Rabu (19/8). Berbeda dari tahun sebelumnya, wisuda kali ini dilaksanakan secara online/daring, mengingat masih mewabahnya Covid-19 di Indonesia.

“Sebelumnya kami meminta maaf tidak dapat menyelenggarakan wisuda seperti tahun-tahun kemarin dengan pertimbangan bahwa keselamatan bersama merupakan hal prioritas utama untuk saat ini serta memperhatikan standar protokol kesehatan yang harus kita patuhi bersama terkait adanya pandemi Covid-19,” jelas Ketua STIKES Notokusumo Giri Susilo Adi dalam sambutannya.

Giri melanjutkan, dalam pelaksanaan wisuda, pihaknya hanya menghadirkan beberapa perwakilan wisudawan/wisudawati dan segenap panita wisuda serta undangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Dalam wisuda tersebut telah diwisuda lulusan Diploma III Keperawatan STIKES Notokusumo sebanyak 189 orang, laki-laki 22 orang dan perempuan 167 orang. Untuk profil lulusan menurut asal provinsi terdiri dari 11 provinsi dan terbanyak dari provinsi DIY 75,1 persen. IPK tertinggi 3,91 berhasil diraih oleh Ardiana Pratiwi dan jumlah lulusan cumlaude sebanyak 64 orang. Sehingga jumlah lulusan STIKES Notokusumo dari tahun 1990 sd 2020 sebanyak 3.183 lulusan yang telah tersebar di berbagai instansi kesehatan baik instansi pemerintah, swasta dan internasional.

“Saya mengucapkan selamat untuk para wisudawan/wisudawati, nderek bingah kepada bapak ibu orang tua/wali atas keberhasilan putra-putrinya melewati proses belajar di STIKES Notokusumo. Kami juga mengucapkan terimakasih karena telah mempercayakan Stikes Notokusumo sebagai tempat pendidikan putra-putrinya,” papar Giri.

Dalam sambutannya Giri mengungkapkan, sesuai undang-undang Profesi Tenaga Kesehatan termasuk profesi perawat guna untuk memberikan pelayanan keperawatan kepada masyarakat secara legal dan aman harus lulus uji kompetensi sebagai syarat utama untuk mendapatkan STR. Uji kompetensi ini untuk mengukur bahwa perawat tersebut kompeten atau tidak di dalam melakukan bidang pekerjaannya. Kelulusan uji kompetensi dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai institusi pendidikan keperawatan tersebut bermutu atau tidak.

Hasil uji kompetensi periode Agustus 2019 mencapai presentasi kelulusan sebesar 98,89 persen (181: tidak lulus 2 ). Pihaknya berharap pada periode ujian kompetensi tahun 2020 ini bisa lulus 100 persen. (*/ita/ila)

Pendidikan