RADAR JOGJA – Guna meningkatkan kualitas layanan, Laboratorium Ilmu Pemerintahan (Lab IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar workshop tata kelola media digital.

Workhshop diikuti oleh seluruh staf Lab IP UMY. Acara diadakan di sebuah Hotel di kawasan Kaliurang, Sleman selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16/8).

Koordinator Lab IP UMY Sakir Ridho Wijaya SIP MIP mengatakan di era disrupsi saat ini, layanan informasi sudah serba digital, termasuk dalam Pemerintahan. Untuk itu, seluruh platform media sosial (medsos) perlu dikelola dan dikuasai dengan baik sebagai sumber layanan informasi publik. Khususnya staf di Lab IP UMY.

“Kami ingin Laboratorium Ilmu Pemerintahan UMY bisa menjadi yang terdepan dalam layanan pengembangan e-goverment,” ujar Dosen Ilmu Pemerintahan UMY ini.

Lebih lanjut, Sakir mengungkapkan workshop digelar sejatinya sebagai rangkaian Rapat Kerja Tahunan (RKT) Lab IP UMY tahun akademik 2019/2020. Hal ini dilakukan sebagai akselerasi menghadapi era digital. Termasuk meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa berbasis teknologi digital nantinya.

“Kami berusaha meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap layanan laboratorium. Prinsipnya kami ingin menjadi laboratorium Ilmu Pemerintahan terdepan di Indonesia,” tegasnya.

Kegiatan seperti ini diakuinya, rutin dilakukan setiap akhir tahun. Hal ini sebagai evaluasi kerja sekaligus merumuskan road map program pengembangan Lab IP UMY ditahun berikutnya.

“Acara dikemas santai sehingga harapannya nanti bisa muncul ide-ide segar yang inovatif dan kreatif,” katanya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya RKT tahun ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten dibidangnya. Yakni dosen Ilmu Komunikasi UMY Dr Fajar Junaedi MSi dan staf unit SEO dan website Biro Sistem Informasi UMY Anhar Cahya Putra SE.

Sebagai narasumber pertama, Fajar Junaedi memaparkan pengelolaan media sosial sangat penting untuk diperhatikan. Sebab saat ini media sosial (medsos) lebih banyak digunakan masyarakat daripada media massa.

Lebih lanjut, Dosen Ilmu Komunikasi UMY yang aktif melakukan riset tentang media digital ini menjelaskan dalam pengelolaan media sosial perlu adanya kerja sama tim yang baik dan kecermatan dalam melihat pasar atau konsumen di setiap platform media sosial.

“Penilaian negatif dari publik tidak bisa kita hindari. Tetapi kami bisa memperbanyak konten positif untuk mengurangi hal-hal negatif tersebut,” ungkapnya.

Untuk itu Fajar menambahkan, perlu adanya tata kelola media digital secara kelembagaan untuk mencapai hal tersebut.

Selanjutnya, workshop kedua oleh Anhar Cahya Putra SE. Pada kesempatan tersebut Anhar menjelaskan materi terkait pengembangan website. (naf/ila)

Pendidikan