RADAR JOGJA  – Ternyata banyak yang belum tahu manfaat buah pinang bagi hewan ternak. Khususnya domba. Para peternak domba di Desa Sukorejo, Kajoran, Kabupaten Magelang pun dibuat kagum akan manfaat larutan buah pinang. Sangat mujarab diminumkan pada domba sebagai obat cacingan.

Adalah Minda Ningsih, mahasiswa  Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa), yang mengenalkan manfaat dan khasiat larutan buah pinang kepada kelompok tani/ternak “Paris Dakar” di Desa Sukorejo. “Ini inovasi baru. Penyakit cacingan pada ternak bisa dicegah dan diobati dengan larutan buah pinang,” ujarnya.

ANJANGSANA: Minda Ningsih di kandang ternak warga Sukorejo, Kajoran, Kabupaten Magelang. (POLBANGTAN YOMA FOR RADAR JOGJA)

Tema itu pula yang menjadi penelitiannya selama mengerjakan tugas akhir dengan pembimbing utama Dr Susanto MSi. Minda melakukan penyuluhan pencegahan penyakit pada ternak sejak sebelum pandemi Covid-19 merebak. Kendati demikian, pendampingan terus dilakukannya sampai saat ini. Dengan tetap mengedepankan protap pencegahan Covid-19. Pendampingan dilakukan dengan anjangsana ke tiap-tiap peternak. Ini demi menghindarkan terjadinya kerumunan.

Sejauh ini, keterlambatan tumbuh pada hewan ternak menjadi masalah utama yang dihadapi peternak “Paris Dakar”. Itu sangat merugikan mereka. Belakangan diketahui, persoalan itu salah satunya karena ternak menderita penyakit cacingan.

Selain rutin memberikan larutan buah pinang pada domba, para peternak diimbau menjaga kebersihan kandang dan memperhatikan pakan. Agar domba ternak bisa tumbuh dengan baik. “Obat cacing dari pinang bisa dibuat sendiri dengan mudah. Bahannya juga banyak tersedia di lingkungan sekitar,” kata Minda.

Khabib, salah seorang peternak “Paris Dakar” sangat apresiatif dengan inovasi larutan buah pinang untuk obat cacingan domba. Dia mengaku baru kali ini tahu jika buah pinang bisa dimanfaatkan sebagai obat cacing pada ternak. “Ini sangat bermanfaat. Semoga ke depan kambing dan domba kami bisa gemuk-gemuk,” harapnya. “Tidak seperti sekarang, domba-domba kami kecil dan kurus karena pertumbuhannya terhambat,” beber Khabib.

Sebelumnya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian Prof Dedi Nursyamsi MAgr terus mendorong mahasiswa polbangtan untuk aktif dalam kegiatan Kostra Tani di wilayah asal masing-masing. Kegiatan tersebut menjadi aktivitas harian selama mahasiswa menjalani learning from home (LFH) selama masa pandemi Covid-19.

Pendampingan oleh mahasiswa Polbangtan sangat berarti bagi para petani/peternak. Agar mereka tetap tenang dan bisa memelihara ternak dengan baik selama pandemi korona. (*/yog/ila)

Pendidikan