RADAR JOGJA – Hari Pendidikan Nasional di tahun 2020 diperingati dengan cara yang berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi Covid-19, seremonial peringatan dilakukan secara daring oleh pemerintah. Karena semangat membangun pendidikan harus terus digelorakan oleh semua komponen bangsa.

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengatakan, ada beragam tantangan baru dalam menghadapi perubahan zaman. Melalui edukasi yang dijalankan dengan penuh disiplin, dia berharap masuarakat bisa terbebas dari wabah penyakit menular baru ini. Oleh karena itu guru berperan besar dalam mengedukasi masyarakat untuk mencegah Covid-19.

“Ki Hadjar Dewantara, bapak pendidikan nasional Indonesia menyatakan setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah rasanya jadi relevan di masa sekarang. Proses belajar mengajar kini banyak dilakukan orang tua masing-masing.  Inilah momen terbaik bagi tiap orang tua menjadi guru bagi anak-anaknya, sesuai konsep tri pusat pendidikan yaitu sekolah, masyarakat dan keluarga,” kata alumni Lemhanas ini. 

Menurut Eko, refleksi makna hari pendidikan yang penting lainnya adalah meneruskan teladan sikap Proklamator RI, Ir Soekarno. Yakni bahwa sejatinya setiap orang itu adalah guru bagi yang lain. Bisa diterapkan di masa pandemi Covid-19 ini, mengingat banyak pengetahuan baru berkaitan dengan cara penanganan dan penanggulangannya. Semua orang harus belajar cepat dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus ini.

“Belajar tanpa berpikir itu tidaklah berguna, tapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya! Itu satu pesan Ir Soekarno yang sampai hari ini masih relevan untuk dijalankan bersama, termasuk dalam upaya edukasi bersama bagaimana bangsa Indonesia bisa berhasil memutus mata rantai pandemi Covid-19,” ajaknya. (sky/tif)

Pendidikan