RADAR JOGJA –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ memperpanjang waktu pembelajaran jarak jauh atau online. Berlaku untuk seluruh jenjang SD dan SMP setingkat. Begitupula jenjang pendidikan SMA, SMK dan SLB. Kebijakan ini berlaku hingga 15 Mei.

Terbitnya aturan ini mengacu Surat Edaran Gubernur DIJ Nomor 421/03143 pada masa tanggap darurat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tujuannya untuk meminimalisir persebaran virus yang berkembang di Wuhan Tiongkok ini.

“Tapi ada yang berbeda untuk perpanjangan kali ini. Materi pendidikan yang disampaikan lebih banyak berorientasi pada akhlak mulia dan pendidikan karakter. Menyesuaikan selama bulan Ramadan,” jelas pelaksana tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ  Bambang Wisnu Handoyo, Rabu (29/4).

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) DIJ juga menuturkan ada perbedaan skema pembelajaran. Aturan ini tertuang dalam SE Gubernur DIJ. Untuk kali ini menerapkan layaknya jam belajar sekolah. Berlaku dari Senin hingga Jumat. 

Untuk Senin sampai Kamis pembelajaran dilakukan pukul 07.30 WIB hingga 13.00 WIB. Sedangkan Jumat, belajar online dari 07.30 WIB hingga 11.00 WIB. Ada pula pengembangan iman dan taqwa dengan pantauan wali murid dan bimbingan guru agama.

“Waktu istirahat disesuaikan dengan jadwal pembelajaran daring (online) yang dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, BWH, sapaannya, juga menyampaikan adanya Surat Edaran Jenderal Kemendikbud RI Nomor 5 Tahun 2020. Berupa regulasi tentang Spesifikasi Teknis, Bentuk dan Tata Cara Pengisian Blangko Ijazah Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2019/2020.

Kebijakan ini guna menjawab pertanyaan para guru, orangtua dan siswa. Terlebih dalam masa pandemi Covid-19 sistem pembelajaran menjadi tidak optimal. Hanya mengandalkan tatap muka melalui perangkat internet.

“Pengumuman kelulusan tanggal 2 Mei 2020. Kelulusan sepenuhnya menjadi kewenangan satuan pendidikan berdasarkan hasil rapat penentuan kelulusan oleh masing-masing satuan pendidikan. Sementara itu, detailnya masih dibahas,” ujarnya. (dwi/tif)

Pendidikan