RADAR JOGJA- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menggerakkan seluruh jajarannya untuk tetap bekerja di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Kebijakan work from home (WFH) tak menjadi alasan untuk menjamin dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr turut mendorong seluruh insan pertanian tetap produktif selama masa pandemi Covid-19. Terlebih generasi milenial. Mereka harus terus belajar serta mempraktikkan ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk memajukan dunia pertanian. “Ini demi memastikan sektor pertanian terus berjalan. Sesuai arahan Pak Mentan SYL,” tuturnya.

Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) memiliki peran strategis dalam upaya penyediaan pangan. Karena itu, saat ini mahasiswa Polbangtan Yogyakarta Magelang (YoMa) tetap melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan sektor peternakan.
Seperti dilakukan Muhammad Luqman Husain, mahasiswa Semester VIII, Jurusan Peternakan.
Lukman membantu peternak ayam broiler melakukan intensifikasi ketersediaan pangan dengan menjaga produktivitas daging ayam. Serta untuk mengetahui secara langsung jalannya industri peternakan skala perusahaan, income yang didapat, jumlah dalam panen (mortalitas dan laba perusahaan), dan sistem pemeliharaan ternak dari DOC hingga masa panen di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di perusahaan peternakan ayam broiler Kayu Manis Grup di Desa Ketanggan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Perusahaan milik Dhedy Irawan itu memiliki tujuh kandang close house dengan total populasi mencapai 21 ribu ekor per kandang.
Aktivitas yang dilakukan Lukman merupakan salah satu langkah Polbangtan YoMa menindaklanjuti imbauan Mentan SYL, Kepala BPPSDMP, dan Dirjen Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita.
Dalam rapat koordinasi dengan para pemangku kepentingan perunggasan (GPPU, GOPAN, PPRN, PINSAR), Satgas Pangan, Kementerian Perdagangan, dan Kemenko Perekonomian di Jakarta (19/3), I Ketut Diarmita mendorong seluruh instansi terkait berupaya mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 terhadap ketersediaan daging ayam dan telur konsumsi untuk Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Idul Fitri pada Mei mendatang.

Rapat koordinasi digelar guna mengantisipasi wabah Covid-19 dan menjamin ketersediaan daging ayam dan telur konsumsi. “Kami ingin pastikan stok daging ayam dan telur konsumsi aman serta mencukupi menjelang dan saat Ramadan dan Idul Fitri 2020,” ungkapnya. (*/yog)

Pendidikan