RADAR JOGJA – Wabah pandemi Covid-19 sudah sangat berdampak bagi mahasiswa di Jogjakarta. Terkait hal tersebut, Yayasan Pendidikan Widya Bakti menyelenggarakan pemberian bantuan sembako untuk mahasiswa STMIK Akakom yang tidak pulang kampung, Senin (20/4).

Kegiatan ini secara khusus dikoordinasi oleh Bidang 3 (Kemahasiswaan dan Alumni) STMIK Akakom, serta dibantu oleh BEM. Acara yang dimulai pukul 9.00 pagi tersebut diawali dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Ketua Yayasan Pendidikan Widya Bakti, Ir Teguh Wiyono Budi Prasetyo, MM, dan Ketua STMIK Akakom Ir Totok Suprawoto, MM, MT kepada perwakilan mahasiswa STMIK Akakom.

Teguh menyampaikan, semoga dengan adanya bantuan ini dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari mahasiswa STMIK Akakom yang masih berada di Jogjakarta. “Semoga membantu mereka yang masih stay di Jogjakarta dalam menghadapi situasi seperti sekarang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Totok Suprawoto. Dia berpesan agar mahasiswa tetap bersemangat dan menjaga kesehatan selama menghadapi situasi pandemi ini.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di lobi timur STMIK Akakom yakni pengambilan bantuan sembako oleh mahasiswa dengan system drive-thru. Mahasiswa yang telah terdata sebelumnya dibagi menjadi 6 kelompok. Setiap kelompok maksimal terdiri dari 30 mahasiswa dan secara bergantian mengambil sembako sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

“Dengan teknis sistem pengambilan seperti ini akan meminimalkan antrean yang terlalu panjang, terutama di saat Covid-19 seperti ini,” ujar Wakil Ketua Bidang 3 STMIK Akakom Indra Yatini Buryadi, SKom, MKom yang sekaligus mengkoordinasikan kegiatan ini

Dia menjelaskan, pada kegiatan kali ini rencananya ada 200 paket sembako yang dibagikan. Prosesur pengambilan bantuan sembako diawali dengan pengecekan suhu badan mahasiswa terlebih dahulu. Mahasiswa yang memiliki suhu tubuh normal, selanjutnya mengambil sembako sembari memperlihatkan kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan, yaitu Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan Kartu Rencana Studi (KRS).

Paket sembako yang diberikan kepada mahasiswa STMIK Akakom antara lain kopi, mi instan, minuman sereal instan, dan juga biscuit kaleng.

Salah satu mahasiswa penerima bantuan tersebut, Marcellinus Nanda Widyapratama mengaku senang dan sangat berterima kasih dengan adanya bantuan ini. Menurutnya kegiatan ini sangat membantu.

Mahasiswa yang sudah terdata, tetapi berhalangan untuk mengambil pada jadwal yang ditentukan akan tetap mendapatkan haknya. “Sisa sembako dari mahasiswa yang belum terambil nantinya akan tetap dibagikan kepada mahasiswa tersebut, dengan teknis pelaksanaanya menyusul,” tutur Presiden Mahasiswa STMIK Akakom Syaiful Bahtiar Yana. (*/ila)

Pendidikan