RADAR JOGJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ memperpanjang masa belajar jarak jauh jenjang pendidikan di Jogjakarta. Diperbarui dengan terbitnya Surat Edaran Nomor 443/6229 tentang Pengaturan Ulang Aktivitas Pendidikan Dalam Masa Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di DIJ.

Ada lima poin yang ditekankan dalam SE Gubernur DIJ. Poin pertama adalah meniadakan pembelajaran untuk jenjang TK/RA dari 15 hingga 28 April. Memperpanjang waktu belajar jarah jauh untuk jenjang SD/MI hingga SMA/SMK/MA dan SLB hingga 28 April.

Poin selanjutnya adalah terkait pembelajaran Paket A, Paket B dan Paket C. Seluruhnya tetap berlangsung selama memungkinkan dengan metode jarak jauh. Ada pula kebijakan terkait kenaikan kelas dan PPDB yang diatur lebih lanjut sesuai aturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Poin terakhir adalah bekerja sama dengan semua pihak terkait kelancaran belajar jarak jauh dan tetap menjaga kualitas pendidikan di Jogjakarta. Disamping tetap mengedukasi tentang Covid-19,” jelasnya Sekretaris Provinsi DIJ  Kadarmanta Baskara Aji, ditemui di DPRD DIJ, Senin (13/4).

Perpanjangan belajar jarak jauh ini merupakan kali kedua. Sebelumnya skema ini telah diterapkan sebanyak dua kali pasca merebaknya Covid-19. Skema pertama berlangsung dari 23 Maret hingga 31 Maret. Skema terakhir berlangsung dari 1 April hingga 14 April. 

Pertimbangan perpanjangan skema belajar jarah jauh adalah masih merebaknya Covid-19. Sehingga perlu langkah antisipasi guna meminimalisir persebaran virus asal Wuhan Tiongkok ini. Baik kepada para siswa maupun tenaga pengajar lingkungan sekolah.

“Tapi tetap ada evaluasi untuk penerapan belajar jarak jauh. Banyak masukan kami terima dari tenaga pengajar, siswa maupun orangtua siswa,” katanya.

Paling utama, lanjut Aji, mengubah pola pembelajaran para guru. Menghadirkan sisi kreatif agar para siswa tidak bosan. Menurutnya konsep jarak jauh haruslah berbeda dengan belajar di sekolah. Walau dengan konsep tetap menjaga kualitas pendidikan di Jogjakarta.

Evaluasi selanjutnya adalah peran aktif orangtua. Metode belajar jarak jauh, lanjutnya, mewajibkan adanya kehadiran orangtua. Bukan dalam artian pendampingan tapi memberikan arahan atas materi pendidikan.

“Para guru supaya lebih kreatif dalam rangka untuk memberikan materi, sehingga siswa tak terbebani. Lalu orangtua ikut mendampingi, karena disini guru tidak hadir secara fisik. Bisa memberi semangat atau menjadi teman belajar untuk anak,” ujarnya. (dwi/tif)

Pendidikan