RADAR JOGJA – Sektor pertanian tak akan pernah ada matinya. Sebagai penopang kebutuhan pangan utama di Indonesia. Kehadiran petani-petani muda berjiwa milenial sangat dibutuhkan untuk membangun kemandirian dan swasembada pangan.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi MAgr melalui Staf Khusus Menteri Pertanian Lutfi Halide. Saat mengisi kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa), Senin (24/2).

Dikatakan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memiliki target menciptakan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia.

Direktur Polbangtan YoMa Dr Rajiman MP berkomitmen mendukung penuh kebijakan menteri pertanian tersebut. Dengan beragam kegiatan yang telah dirancang sejak lama oleh jajaran Polbangtan YoMa. Salah satunya kegiatan pasar lelang cabai di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Melalui pernyataan tertulisnya pada Jumat (10/4), Rajiman menyatakan, pendekatan teknologi informasi merupakan cara efektif menciptakan petani milenial di pasar lelang cabai Kebumen. Mereka harus dilibatkan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. “Ini untuk menarik pembeli dari luar Kabupaten Kebumen juga,” tuturnya.

Foto kolase hasil panen cabai dan suasana Pasar Lelang Cabai Guyub Rukun Kebumen

Langkah tersebut seperti yang telah dilakukan Sandi Octa Susila cs di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka terbukti berhasil memasarkan produk pertanian dengan memanfaatkan jaringan online.

Selaku unit pelaksana teknis dari BPPSDMP Kementerian Pertanian, Polbangtan YoMa berkomitmen membentuk, mendampingi, dan melakukan bimbingan teknis kepada kelompok petani milenial. Seperti halnya pendampingan kepada Taat, petani milenial asal Kecamatan Mirit, Kebumen, saat bertransaksi di Pasar Lelang Cabai Guyub Rukun.

Realisasinya, kini telah  terbentuk 12 kelompok pendampingan dari Polbangtan YoMa. Terdiri atas 48 orang. Untuk mendukung kegiatan di pasar lelang Kebumen.

Pemasaran hasil panen cabai dengan sistem lelang memberikan banyak keuntungan bagi petani. Karena nilai jualnya lebih tinggi dibanding harga pasaran. Selain itu, sistem lelang  mencegah permainan harga oleh tengkulak/pengepul.

Lokasi pasar lelang di Desa Tlogopragoto yang tak jauh dari sentra produksi cabai di Kecamatan Mirit juga menjadi keuntungan tersendiri bagi para petani. Setidaknya biaya angkut hasil panen dari lahan pertanian ke pasar lelang menjadi lebih irit. (yog)

Pendidikan