RADAR JOGJA – Wakil Presiden RI periode 2014-2019 Muhammad Jusuf Kalla (JK) membuka Muktamar ke-6 Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Sabtu (16/11). Dalam sambutannya dia mengungkapkan kekhawatirannya jika PII akan bubar dalam waktu 10 tahun mendatang tidak berkembang.

“Apabila PII tidak berkembang di bawah, saya kira 10 tahun (mendatang) tidak ada KB PII. Jangan keluarga besar KB PII ini lebih besar dari PII-nya. PII-nya harus lebih besar dari keluarga besarnya,” ujar JK kepada ratusan peserta muktamar di Hotel Grand Keisha.

JK mengimbau agar keluarga besar KB PII harus mendukung dan mendorong anak-anaknya untuk bisa aktif di PII. Dia menginginkan PII kembali menjadi kegiatan di sekolah-sekolah. “Kita tidak bisa bergerak sendiri, tapi harus bergerak bersama kakek dan neneknya, apa yang terpenting bagi kakek dan neneknya itu membesarkan cucunya. Jangan sampai PII terpisah dari keluarga besarnya,” ungkapnya.

JK juga menginginkan agar KB PII terus menyosialisasikan kembali kegiatan-kegiatan PPI di sekolah, termasuk memasukkan pengenalan kebangsaan di kegiatan PII sekolah. Menurutnya yang menjadi perlawanan fokus saat ini adalah perlawanan terhadap pemikiran yang dirasuki narkoba dan terorisme. Oleh karena itu, lanjut JK, harus diisi dengan nilai kebangsaan dan pergaulan antarsekolah.

“Apapun tujuan kita, harus mencerdaskan bangsa dengan pendidikan karena dengan pendidikan, ada kemajuan,” tandasnya. (sky/tif)

Pendidikan