JOGJA – 19 Agustus 1949 berdirilah sebuah sekolah bernama SMA Kanisius. Sekolah ini dibagi menjadi dua bagian, untuk cowok dipimpin oleh romo-romo Jesuit dan bagian cewek dikelola oleh suster-suster St Carolus Borromeus.

Dewasa ini, sekolah tersebut dikenal sebagai SMA Kolese De Britto dan SMA Stella Duce 1 Jogja (Stece).

Itulah sedikit sejarah berdirinya dua sekolah homogen di Jogja. Sejak tanggal 17 Agustus pekan lalu, para srikandi sudah disibukkan dengan berbagai perayaan ulang tahun ke -70 sekolah mereka. Berbagai kegiatan digelar hingga, Senin (20/8) kemarin mencapai puncaknya dengan gelaran pensi dan pameran antar kelas.

“Ada banyak sekali kegiatan. Tentu nilai utama yang diusung adalah bersyukur. Jadi ada bersenang-senangnya, tapi juga tetap harus berbagi,” terang Humas Stece Theresia Indriati Waka.

Paling menarik adalah persembahan dari para guru untuk siswanya. Mereka menari bersama di depan murid-muridnya.

Dalam perayaan itu konsep berbagi tercermin dari kegiatan seperti mengirimkan bantuan air bersih untuk masyarakat desa Dawung, Gunungkidul. Kemudian membagikan sembako dan memberikan pelatihan pembuatan jamu kemasan untuk masyarakat Kali Code.

Pada ulang tahun ke 70 ini tema yang dibawakan adalah Anggeng Bedegap. Dalam bahasa Jawa, istilah ini berarti kesetiaan yang kuat. Stece harus menjadi rumah kedua untuk semua. (ata/ila)

Pendidikan