JOGJA – Ketimpangan ekonomi yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia membuat Forum Rektor Indonesia (FRI) prihatin. Merespon kondisi tersebut, Forum Rektor Indonesia akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Ekonomi Pancasila. Rencananya, diskusi yang akan diikuti para rektor se-Indonesia tersebut dilaksanakan di Kampus 4 UAD Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan pada Jumat (25/8) nanti.

Hadir sebagai pembicara antara lain Dr Fuad Bawazier dari Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi Jakarta dan Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati.

“FGD tidak sekadar merumuskan Ekonomi Pancasila saja. Tapi, kami akan mengawal formulasi Ekonomi Pancasila agar masuk ke ranah kebijakan pemerintah dan dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat Indonesia,” kata Ketua Pokja Ekonomi Pancasila FRI, Prof Edy Suandi Hamid didampingi Rektor UAD Kasiyarno kepada wartawan di Hotel Arjuno, Selasa (22/8).

Menurut Suandi, diskusi terbatas ini diselenggarakan berawal dari keresahan para rektor dan akademisi terkait kondisi sosial ekonomi di tanah air. Ketimpangan ekonomi antara kaya dan miskin semakin ketara. Bahkan, Jogjakarta sebagai kota pelajar dan budaya menempati urutan pertama sebagai kota yang mengalami ketimpangan ekonomi.

“Hasil FGD akan disampaikan pada Forum Konvensi Kampus Januari 2018 mendatang. Harapannya, formulasi ekonomi pancasila nantinya akan diajarkan di semua perguruan tinggi di Indonesia,” papar mantan rektor UII Jogjakarta ini.

Rektor UAD, Dr Kasiyarno mengatakan, secara khusus UAD memang belum mengajarkan Ekonomi Pancasila dalam perkuliahan. Namun, pemikiran Ekonomi Pancasila sudah masuk dalam perkuliahan UAD. Sebab, mata kuliah ekonomi yang ada di silabi UAD tak jauh berbeda dengan yang diajarkan Ekonomi Pancasila.

“Ekonomi Pancasila tak jauh beda dengan Ekonomi Syariah. Sama-sama memetingkan kemanusiaan, umat, berkeadilan,” kata Kasiyarno. (mar)

Jogja Raya