RADARJOGJA.CO.ID – Menteri Luar Negeri RI, Retno Lestari Priansari Marsudi mengatakan, ada empat hal yang menjadi program prioritas Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Yakni, menjaga keutuhan NKRI; perlindungan warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia yang ada di luar negeri; diplomasi ekonomi; dan pentingnya kontribusi Indonesia kepada dunia internasional.

“Program prioritas tersebut menunjukan kontribusi Indonesia terhadap dunia terutama berkaitan dengan perdamaian dan kesejahteraan,” kata Retno saat mengisi acara Milad UMY ke-36 tahun di Ruang Sidang Gedung A.R Fachruddin, UMY, Selasa (25/4).

Retno menegaskan, Presiden RI Joko Widodo selalu mengingatkan bahwa kebijakan yang dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri tidak boleh ada jarak antara politik luar negeri dan kepentingan rakyat. “Kepentingan rakyat harus jadi pertimbangan utama dalam merumuskan politik luar negeri,” tambah Retno.

Dalam melaksanakan program dan kebijakan tidak lah gampang. Sebab, semua sangat tergantung pada negosiasi terutama ketika akan menjalankan program yang ada di wilayah perbatasan.

“Yang terpenting tentu mengintensifkan negosiasi perbatasan darat dan maritim. Berdasarkan pengalaman jika hal itu tidak diselesaikan, resiko konflik dengan negara yang berbatasan akan semakin besar. Total ada 36 perundingan tentang batas wilayah dengan negara lain pada tahun 2016,” beber Retno.

Retno menambahkan, saat ini Indonesia telah melakukan diplomasi ekonomi yang berfokus pada pasar Asia Tengah, Asia Selatan dan Afrika. Tujuannya adalah agar ekonomi Indonesia bernilai kompetitif dan terbuka serta pembangunan infrastruktur dalam negeri. “Dan yang ke luar yaitu peningkatan ekspor investasi dan pariwisata,” ungkapnya.

Sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dinilai telah berkontribusidalam penyelesaian masalah yang dihadapi pemerintah. “Kami sering sering menghubungi Muhammadiyah ketika pemerintah menghadapi masalah politik luar negeri,” jelasnya. (mar)

Bantul