RADARJOGJA.CO.ID – Selama Ujian Nasional (unas) berlangsung, warga diharapkan bisa menjadi suasana tetap kondusif. Termasuk dalam menyelenggarakan kegiatan di malam hari. Hal ini dimaksudkan agar siswa bisa fokus dalam belajar.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengungkapkan, pihaknya melakukan pembatasan izin kegiatan malam. Sehingga tidak ada kegiatan malam yang berlangsung hingga masa unas terakhir tingkat SD selesai. Langkah ini diambil agar siswa lebih fokus belajar. Selain itu juga mengurangi aktivitas siswa pada malam hari. Bahkan rencana pameran potensi daerah di Sleman juga diundur hingga unas selesai.

“Demi kelancaran siswa memperdalam materi ujian. Sebagai orang yang lebih dewasa harus tepo sliro. Tidak membuat kegaduhan yang dapat mengganggu konsentrasi belajar,” ujarnya saat melihat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 1 Seyegan, Senin (3/4).

Dalam kesempatan ini SP, sapaannya, meminta orang tua puasa menonton televisi. Terutama saat jam belajar masyarakat sedang berlangsung. Sebab, masih banyaknya orang tua yang cuek dan tidak mendukung suasana kondusif.

“Nah, biasanya malah orang tuanya yang tetap nonton televisi pas jam belajar. Harus mendukung, kalau lingkungan rumah sudah kondusif, orang tua di rumah juga harus turut serta,” ajaknya.

Dalam kunjungan ini SP menyempatkan diri melihat beberapa SMK di Sleman. Kunjungan juga dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di beberapa SMK di Sleman. Dalam periode ini UNBK berlangsung di tingkat SMK hingga 6 April mendatang.

Untuk kesuksesan UNBK, Pemkab Sleman telah berkoordinasi dengan PLN. Tujuannya agar tidak ada pemadaman selama ujian berlangsung. Dia juga meminta setiap sekolah menyiagakan genset untuk jaga-jaga.

“Langkah antisipasi kalau ada kejadian yang sifatnya mendadak. Jadi siswa tetap nyaman selama menjalani ujian dengan komputer,” ujarnya.

Meski SMK dan SMA telah menjadi aset Pemprov DIJ, Pemkab Sleman tetap mendukung kelancaran. Kepala Balai Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ Sukarja menjelaskan, SMK di Kabupaten Sleman telah 100 persen mengikuti UNBK.

Setiap SMK di Sleman telah mampu mencukupi kebutuhan minimal UNBK. Mulai dari jumlah komputer, server, jaringan listrik dan jaringan internet. Bahkan beberapa SMK juga menjadi rujukan pelaksanaan UNBK tingkat SMP dan SMA.

Sementara itu, pantauan pelaksanaan UNBK untuk SMK berjalan lancar. Di SMK Kesehatan Binatama misalnya, pelaksaan ujian tak kendala server atau koneksi internet yang lemot seperti pada kasus-kasus simulasi sebelumnya.

Kepala SMK Kesehatan Binatama Nuri Hastuti mengatakan, sebelum berlangsungnya ujian pihaknya sudah menyurati provider penyedia layanan internet agar mendukung kelancaran koneksi jaringan pada hari H pelaksanaan ujian.

“Hari pertama koneksi lancar, server di komputer juga tidak ada kendala. Selain itu kami juga menyediakan genset untuk mengantisipasi jika terjadi mati listrik,” jelasnya saat ditemui di sekolah yang terletak di Jalan Monumen Jogja Kembali 134, Sinduadi, Mlati, Sleman, kemarin.

Peserta UNBK SMK Kesehatan Binatama sendiri berjumlah 36 siswa, 11 Siswa Kompetensi Keahlian Farmasi, dan 25 Siswa Kompetensi Keperawatan. Sarana dan prasarana untuk UNBK sekolah menambahkan 8 komputer client yang sebelumnya hanya ada 12 unit menjadi 20 unit. “Ada 18 untuk utama dan dua sebagai cadangan. Untuk servernya ada 1 server utama dan 1 server cadangan,” jelas Nuri. (dwi/ita/zam/ila/mar)

Bantul