Kepala Bappeda Gunungkidul, Tri Daryanto (tengah) dan Sekretaris Bappeda Bantul, Agus Budiraharja (kanan) saat menyampaikan materi didepan peserta seminar. (Foto: Humas UAD For Radar Jogja Online)
JOGJA – Keberadaan kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) ternyata memiliki banyak manfaat. Selain sebagai tempat menimba ilmu, kampus yang berada dibawah ormas Muhammadiyah ini banyak membantu masyarakat, baik melalui karya penelitian maupun pemberdayaan masyarakat.

Wakil Rektor I UAD, Muklas mengatakan, hasil penelitian dosen dan mahasiswa UAD banyak yang dipakai oleh masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa hasil penelitian UAD telah dirasakan oleh masyarakat.

“Hasil penelitian UAD untuk menunjang kehidupan masyarakat terutama yang ada di pedesaan. Sehingga, masyarakat menjadi mandiri dan sejahtera,” kata Muklas saat membuka acara Seminar nasional hasil pengabdian kepada masyarakat bertema pemanfaatan ipteks dalam membangun desa mandiri dan religious di Hotel Cavinton, Jogja beberapa waktu lalu.

Seminar tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM UAD dan diikuti oleh para dosen dilingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan PTS se-Indonesia. Sedikitnya, ada 45 pemakalah yang turut mempresentasikan hasil penelitian yang dibiayai oleh dikti.

Kepala Bappeda Gunungkidul, Tri Daryanto mengatakan dosen dan mahasiswa UAD telah banyak membantu masyarakat Gunungkidul. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah hasil penelitian dan karyanya selama melakukan panelitian dan kuliah kerja nyata (KKN) di Gunungkidul. “UAD ikut mempromosikan objek wisata yang ada di Gunungkidul melalui kegiatan pengabdian masyarakat,” kata Tri Daryanto.

Senada disampaikan Sekretaris Bappeda Bantul, Agus Budiraharja. Ia mengatakan, prioritas pembangunan Bantul yaitu reformasi birokrasi, kesejahteraan, kesehatan, dan pendidikan. Selain itu, untuk mendorong taraf hidup masyarakat meningkat dengan cara peningkatan bantuan pendidikan sesuai dengan kemampua, gerakan CSR pembiayaan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan, jaminan kesehatan, zona pemanfaatn pekarangan, akselerasi penanggulangan kemiskinan, destinasi pariwisata, kawasan budaya, kawasan strategis.

“Kawasan strategi investasi, budidaya perikanan dan industri kreatif. Untuk itu, peran UAD sangat dinanti untuk kemajuan Kabupaten Bantul,” terang Agus. (ama/hes)

Pendidikan