Rektor UAD Kasiyarno, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas saat peletakan batu pertama gedung utama UAD, Rabu (12/10). (Foto: Humas UAD/Radar Jogja Online)
BANTUL – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja terus berupaya meningkatkan sarana dan prasana untuk mendukung perkuliahan. Hal ini dibuktikan dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus IV/utama, Rabu (12/10) kemarin. Gedung baru yang berlokasi di Ring Road Selatan, tepatnya di Desa Tamanan, Banguntapan, Bantul tersebut rencananya dibangun dengan 10 lantai.

“Pembangunan gedung utama UAD ini diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 380 miliar,” kata Rektor UAD, Kasiyarno disela-sela peletakan batu pertama.

Karena keterbatan anggaran, lanjut Kasiyarno, pembangunan gedung baru tidak dapat dilakukan sekaligus. Pembangunan gedung baru diatas lahan seluas 34 meter persegi tersebut akan dilakukan secara bertahap. Setidaknya, pembangunan gedung membutuhkan waktu selama 1,5 tahun.

“Tapi, pada tahun ajaran baru 2017/2018 nanti sebagian gedung sudah dapat dipergunakan untuk perkuliahan,” terang Kasiyarno.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Baru UAD, Safar Nasir menerangkan, gedung baru UAD dibangun dengan 10 lantai. Gedung baru tersebut memiliki kapasitas ruangan kelas dengan daya tampung 4.320 orang mahasiswa. Rinciannya, 12 ruang kelas kecil, 48 ruang kelas sedang, dan 12 ruang kelas besar dengan daya tampung sebanyak 90 orang.

“Selain ruang kelas, gedung baru juga digunakan untuk ruang dosen, pegawai, ruang rapat, toilet, kantin, dan auditorium,” jelas Safar, wakil rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya UAD.

Hadir pula dalam acara peletakan batu pertama yaitu Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Ketua Umum PP Aisiyah Noorjanah, dan sejumlah pejabat dilingkungan UAD dan Pemkab Bantul. (ama/hes)

Pendidikan