FRIETQI SURYAWAN/RADAR JOGJA
MASIH UNGGUL: Para murid SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang bergaya bersama usai acara perpisahan siswa kelas 6 di Gedung Kiai Sepanjang, kemarin (16/6). SD ini menjadi juara pertama delapan kali berturut-turut.
MAGELANG – Untuk ke delapan kalinya, SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang merajai hasil ujian sekolah (US). Mereka menjadi terbaik di Kota Magelang. Baik kategori negeri maupun swasta.Bahkan, di tingkat Provinsi Jawa Tengah, sekolah yang berada di Jalan Tidar Nomor 21 Kota Magelang mampu men-jadi peringkat 11 untuk kategori sekolah swasta dan peringkat 114 untuk kategori negeri maupun swasta.”Untuk Kota Magelang, kami ber usaha mempertahankan tradisi. Bicara di tingkat Jawa Tengah, kami kesulitan, karena jumlah murid sekolah ini banyak. Tentunya, ini merepotkan saat bicara soal rata-rata. Karena, deviasinya besar,” kata Kepala SD Mutual Salamun usai acara perpisahan siswa kelas 6 di Gedung Kiai Sepanjang, kemarin (16/6).Ditambahkan pria yang tahun ajaran depan tak lagi jadi kepala sekolah, tahun ini SD Mutual masih terbaik di Kota Magelang dengan siswa 116 orang. Di Jawa Tengah cukup membanggakan, karena harus bersaing dengan sekolah yang hanya memiliki 30 siswa.Sekolah ini berhasil menyabet terbaik Jawa Tengah untuk nilai mata pelajaran Matematika. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 37 siswanya mendapat nilai 10 atau sempurna. Termasuk masuk 10 besar untuk bahasa Indonesia.”Prestasi ini masih bisa ditingkatkan. Tentunya dengan banyak perbaikan. Yang jelas, sistem di sekolah ini sudah berjalan dan siapapun yang memegang akan jalan,” papar Salamun yang promosi jadi pengawas sekolah.Ketua Komite Sekolah Ali Mahrus Alkafi membenarkan, saat ini tugas penerus Salamun adalah menjaga sistem terus berjalan. Termasuk meng-optimalkan lagi tugas guru dalam usaha pembelajaran. Salah satunya memperbanyak try out bersama dengan sekolah unggulan lain di Jawa Tengah.”Bisa diketahui, seberapa ke kurangan dan kelebihannya,” papar Ali.Terjadi penurunan jumlah nilai hasil ujian terhadap tiga mata pelajaran. Yakni, Matematika, IPA, dan bahasa Indonesia. Tahun ini, hanya 27,30 yang diraih Septiana Widi Ayu Lestari, disu-sul Zain Muh Naufal Zaki (27,25) dan Aphrodita Sona Rachmadani (27,20). Ketiga nama tersebut hanya mampu meraih angka 10 pada Matematika. Nilai tertinggi untuk IPA hanya 8,75 atas nama Farhan Hammam Dermawan dan untuk bahasa Indonesia hanya 92 atas nama Aphrodita Sona R dan Kalisha Nahran Aziza.”Secara lokal, provinsi maupun na-sional, tahun ini terjadi penurunan nilai,” ungkap Salamun.Nilai 10 untuk Matematika, diraih Faried Akbar Sulistya, Valent Brilliantino Widyasetya, Elgar Omar Ardiansyah, Enzo Arliansyach Al Harits, Khairalah Balqis, Azzahra Rahuna Nareshwari, Arsenio Rafi, Gayatri Dyah Paramestri T, dan Mahardika Zulfa Ashidiqi. Sedang Pendidikan Agama Islam (PAI) nilai 10 diraih 13 siswa. Di antaranya, Alaysha Yahya Maulina, Glora Ramadhani, Irma Hanifatun Nafiah, Khairul Anam, Tzaqifa Nazhira Taftani, dan Aline Lovina Khairunisa.”Mata Pelajaran PAI, kami masih terbaik di Kota Magelang,” imbuh Guru PAI Luqman Novianto.Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang Yatino mem-benarkan, Salamun periode kepe-mimpinannya sudah selesai. Sehingga, pihaknya harus mengembalikan ke Kementerian Agama untuk mengejar jenjang karir kepegawaian. Dengan sistem yang terbangun, PDM me ngaku tidak kesulitan mencari sosok peng-ganti Salamun. Diharapkan peng-ganti Salamun nantinya bisa lebih baik dan meningkatkan prestasi akademis.”Kami akan membangun masjid yang lebih representatif di sekolah ini. Masjid akan dibangun empat lantai dengan konsultan dari UGM Jogja yang diharap-kan mampu menampung umat. Termasuk pembelajaran maupun sport,” katanya. (dem/hes/ong)

Magelang