SETIAKY/RADAR JOGJA
ADU KEPINTARAN: Pentas seni mewarnai pembukaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) XIV di JEC, kemarin (19/5).
BANTUL – Olimpiade Sains Nasional (OSN) dinilai sebagai salah satu medium untuk me-nyaring sekaligus meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Bagaimana tidak, seluruh siswa terbaik perwakilan seluruh pro-vinsi se-Indonesia adu kecerda-san dalam beberapa bidang keilmuan dalam OSN. Hanya saja, hingga sekarang peran dae-rah dinilai belum maksimal mempersiapkan para delegasinya.Hal tersebut disampaikan Dirjen Pendidikan Menengah Kemente-rian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Achmad Jazidie usai membuka OSN XIV di Gedung Jogja Expo Center (JEC), kemarin (19/5).
Jazidie mengakui seleksi mayoritas peserta OSN yang no-tabene dari seluruh Indonesia saat ini dilakukan secara berjenjang, mulai tingkat kecamatan. Bagi siswa yang dinyatakan lolos kualifikasi di tingkat kecamatan kemudian mewakili wilayahnya untuk berkompetisi di ingkat ka-bupaten. Hingga akhirnya me-wakili provinsi untuk bertarung di tingkat nasional. “Tapi yang saya minta daerah serius. Daerah benar-benar menggarapnya dengan serius. Tidak asal dan tanpa perencanaan,” tegas Jazidie.
Yang dimaksud dengan maksi-mal adalah daerah mendesain olimpiade di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi dengan model dan kualifikasi yang sama dengan OSN. Ini dengan harapan jumlah peserta OSN yang benar-benar memiliki kualifikasi kian banyak. Sebab, ke depan para peserta OSN yang berhasil meraih medali akan mewakili Indonesia di tingkat nasional. Peringkat Indonesia di bidang science di tingkat internasional tergantung jumlah kontingen dan perolehan medali. “Jika perlu tiap daerah juga punya satu proyek untuk pengembangan sains dan teknologi,” ujarnya. Jazidie juga menyarankan da-erah memiliki tenaga pengajar khusus. Tenaga pengajar ini di-harapkan menjadi mentor bagi siswa yang concern terhadap pengembangan keilmuan sains dan teknologi. Toh pola seperti ini juga telah diterapkan Kemen-dikbud. Praktiknya, Kemendikbud merekrut tenaga pengajar yang diproyeksikan sebagai mentor.
Gubernur DIJ HB X menga-presiasi segudang prestasi yang berHasil diukir para siswa In-donesia di kancaH internasional. Sebab, torehan emas ini diukir di tengah kegaduhan politik nasional dan kian banyaknya generasi muda yang terjerembab dalam pengaruh narkoba. “Pemerintah dan pendidik juga patut merenung. Karena siswa-siswa berprestasi kita juga telah banyak yang diincar uni-versitas-universitas asing dengan tawaran beasiswa,” ungkapnya. OSN XIV yang diselenggarakan di Jogjakarta ini diikuti 2.500 pe-serta. Dari 34 provinsi yang ada, hanya Papua Barat dan Kaliman-tan Utara (Kaltar) yang tidak mengirimkan delegasi pada OSN yang diselenggarakan kemarin (18/5) hingga Minggu (24/5) mendatang. (zam/laz/ga/ong)

Pendidikan