BRIGJEN TNI MS Fadhilah memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap generasi muda. Sejak menjabat Danrem 072/Pamungkas, sa-lah satu program utama yakni memberikan edukasi bela negara dan wawasan kebangsaan kepada para mahasiswa di DIJ. Kita ketahui bersama bahwa Jogjakarta meru-pakan lumbung ilmu. Praktis hal ini yang me-mancing ketertarikan generasi muda untuk belajar di Jogja. Nah, agar tidak hanya menuntut ilmu pengetahuan saja, maka TNI sebagai penjaga NKRI berupaya ’mendoktrin’ generasi muda untuk mencintai segala unsur bangsa Indonesia. “Mahasiswa salah satu investasi masa depan bangsa ini. Oleh karena itu, perlu pembekalan yang berkelanjutan mengenai bela negara dan wawasan kebangsaan,” kata Fadhilah.
Jenderal bintang satu yang pernah menjadi ajudan Wapres Boediono ini menambahkan, saat ini generasi muda khususnya mahasiswa baru, cenderung menonjolkan sikap kedae-rahan. Nah, kondisi ini yang mewacanakan pembekalan bela negara dan wawasan ke-bangsaan. TNI tidak ingin generasi muda terkikis jiwa nasionalismenya.
Fadhilah tak memungkiri, mahasiswa yang ada di DIJ terkadang lebih menonjolkan ke-daerahan yang berpotensi mengancam rasa kesatuan. Oleh karena itu, pihaknya berupaya keras memberikan edukasi bela negara dan wawasan kebangsaan terhadap mahasiswa seluruh Indonesia yang ada di DIJ. “Wawasan kebangsaan penting untuk mem-upuk jiwa nasionalisme tinggi,” ujar pria ke-lahiran Magelang, Jawa Tengah, ini.
Fadhilah menegaskan, bela negara dan wawasan kebangsaan bisa dikemas dengan serius namun fleksibel. Sedangkan yang diharapkan dari program itu, mahasiswa mampu mencairkan budaya kedaerahan menjadi budaya nusantara. Itu juga bisa ditampilkan dalam beberapa even budaya di Jogja. “Ada semacam keprihatinan. Sebab, pandangan kedaerahan masih ada dan kuat sekali, teru-tama di kalangan mahasiswa baru. Kita ingin menggelar wa-wasan kebangsaan untuk men-cairkannya dengan bingkai bu-daya nusantara, ” imbuhnya.
Program bela negara dan wa-wasan kebangsaan sebetulnya bukan hal baru di Jogja. Sebe-lumnya kegiatan serupa juga telah dilakukan. Namun, sejauh itu baru menyentuh pada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ia menilai, program itu harus di-dukung seluruh mahasiswa, tidak hanya yang tergabung da-lam BEM saja. “Tapi itu (BEM) belum menyen-tuh semua lapisan. Yang sekarang kami ingin mengakomodasi semua lapisan, tidak hanya BEM. Kita usahakan secepatnya,” tandasnya.
Adapun kegiatan bela negara dan wawasan kebangsaan tidak murni dijalankan TNI saja. Pe-merintah, masyarakat, dan ling-kungan keluarga juga memiliki kontribusi besar dalam kegiatan itu. Dengan demikian, ia berharap semua pihak bersama-sama mewu-judkan generasi muda yang men-junjung tinggi jiwa nasionalisme. “Kami sudah bicara dengan Ngarso Dalem soal ini. Beliau mendukung penuh. Bahkan ka-lau bisa, kegiatan ini juga bisa disisipkan dalam even-even budaya yang dimiliki provinsi,” kata Fadhilah. (fid/laz/gp)

Jogja Utama